Awaludin ketua BEM FE saat menyampaikan orasinya - Foto.Profesi
Awaludin ketua BEM FE saat menyampaikan orasinya - Foto.Profesi

PROFESI-UNM.COM – Legalitas Badan Eksekutif Mahasiswa dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (BEM-Maperwa) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) kini jadi soal. Hingga saat ini lembaga tingkat fakultas itu belum dilantik karena tidak penuhi syarat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

Dekan FE UNM, Thamrin Tahir mengatakan Lembaga Kemahasiswaan (LK) tingkat fakultas itu enggan Ia lantik karena persoalan IPK pengurus. Pasalnya birokrasi kampus tidak bisa serta merta melantik pengurus LK ketika tidak memenuhi aturan kelembagaan UNM.

“Kalau sudah memenuhi syaratnya (IPK), pasti saya lantik secepatnya tapi kan para pengurus LK belum memenuhi syarat yang ditetapkan, kita tidak bisa melantik begitu saja kalau belum penuhi syaratnya,” ujarnya saat dikonfirmasi legalitas LK FE.

Kemelut legalitas ini diakui Awaluddin, Formatur Presiden BEM FE terjadi karena beberapa pengurusnya tidak memenuhi IPK yang dipersyaratkan. Pria yang kerap disapa Awal itu menyebut 4 dari 38 fungsionaris BEM tidak menyanggupi IPK 3.00.

“Iye bung terkait itu, teman-teman di BEM FE UNM belum mendapat legalitas dari pimpinan fakultas karena terkait dengan legalitas kami di BEM FE UNM,” jelasnya.

Namun Awal beranggapan Peraturan Lembaga Kemahasiswaan (PLK) UNM sepert itu sangat membatasi ruang gerak mahasiswa. Olehnya IPK tidak bisa menjadi pembatas mahasiswa berkecimpung dalam dunia organisasi kampus.

“Iye kemarin sebelum Mufak (Musyawarah Fakultas) pada saat pembahasan tap tidak dimasukkan syarat IPK bung, apalagi kami menganggap kalau PLK sangat mengungkung atau memenjarakan ruang gerak teman-teman di lembaga dan teman-teman juga menganggap kalau IPK tidak boleh membatasi mahasiswa untuk berorganisasi di intra kampus,” ujarnya.

Sejauh ini Awal mengaku telah mencoba berdialog dengan menemui pimpinan kampus FE secara langsung. Namun hasil pertemuan dirinya itu, sampai saat ini tak kunjung menemui titik terang.

Terkait itu, Formatur Ketua Maperwa FE, Dian Fadilla mengatakan LK FE tetap sepakat menjalankan kepengurusan dengan pilihan terakhir hingga semester depan. Menurutnya, LK FE akan berupaya solid sehingga komunikasi kelembagaan tingkat fakultas tetap berjalan.

“Untuk ini kalau pengakuan secara administrasi dalam hal ini SK (surat keputusan) memang belum, karena pimpinan maunya seluruh pengurus yang IPK 3.00. Tapi, kami di LK FE sepakat untuk tetap jalan. Di samping itu, ada opsi untuk tunggu sampai keluar hasil semester ganjil tahun ajaran 2020/2021,” terangnya.

Mahasiswa angkatan 2017 ini menyebut akan tetap pada kesepakatan awal. Dirinya merasa dukungan seluruh LK FE jauh lebih penting sehingga tataran kampus dapat terakomodir dan bersinergi dengan baik. Hingga kini pun Dian menyebut komunikasi antar LK FE masih berjalan baik walau tanpa legalitas.

“Yang terpenting adalah dukungan seluruh LK FE dan di tataran kampus bisa diakomodir serta bersinergi dengan baik. Meskipun tidak bisa dipungkiri dukungan dari birokrasi juga perlu misalnya dalam bentuk moril dan materil,” pungkasnya. (*)

*Tulisan ini telah terbit di Tabloid Profesi edisi 245