Pembacaan Pernyataan Sikap Oleh Humas Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Kamis (21/1) - Foto.Fadhil-Profesi
Pembacaan Pernyataan Sikap Oleh Humas Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, Kamis (21/1) - Foto.Fadhil-Profesi

PROFESI-UNM.COM – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menduduki Pelataran Menara Pinisi UNM. Hal ini dilakukan karena birokrat masih menanggapi isu Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tak kunjung mendapat respon dari birokrat, Jumat (21/1).

Dalam aksi tersebut, massa aksi yang menduduki pelataran menggelar panggung ekspresi. Humas Aliansi Mahasiswa UNM, mengatakan panggung ekspresi ini merupakan salah satu cara massa aksi untuk menyampaikan tuntutannya.

“Tujuan panggung ekspresi ini yaitu bentuk perelaksi dengan memberikan kebebasan kepada seluruh massa aksi untuk mengeluarkan ekspresinya mengenai apa yang menjadi tujuan kami baik itu pembacaan puisi, bernyanyi dan sebagainya,” katanya.

Ia juga menuturkan, dalam pernyataan sikap Aliansi Mahasiswa mengungkapkan bahwa praktek pelaksanaan UKT sampai hari ini masih banyak terjadi kekeliruan salah satunya terjadi di kampus UNM.

“Buktinya dalam penetapan nominal yang tinggi, belum lagi dalam membuat aturan pada semester ganjil tahun lalu dinilai sangat diskriminatif pasalnya subsidi yang diberikan oleh kampus hanya sebagian kecil mahasiswa yang mendapatkannya,” ujarnya.

Lanjut, Ia menjelaskan bahwa proses perkuliahan yang dilakukan secara online sangat menunjukkan bahwa Biaya Kuliah Tunggal (BKT) atau keseluruhan biaya yang dibutuhkan mahasiswa dalam proses-proses pembelajarannya sangat jelas berbeda dengan kondisi normal.

“Jika melihat perbandingan kebutuhan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring sangat jauh perbedaannya dengan diterbitkannya SK Rektor Nomor 5 Tahun 2021,” jelasnya. (*)

*Reporter: Mustika Fitri/Editor: Kristiani Tandi Rani