Ilustrasi guru - Foto.Int
Ilustrasi guru - Foto.Int

PROFESI-UNM.COM – Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintah dan ketentuan UU tersebut.

PPPK merupakan warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu untuk melaksanakan tugas berdasarkan instansinya.

PPPK sendiri dibentuk karena masih banyak tenaga honorer yang tidak memenuhi syarat untuk mendaftar ASN. Di dalamnya pun terdapat 147 jabatan yang beralih status menjadi PPPK bukan lagi PNS diantaranya guru.

Mahasiswa tingkat akhir, Mualin mengatakan bahwa Ia belum mengerti mengenai PPPK karena hal tersebut masih baru.

“Saya belum mengerti paham mengenai PPPK karena merupakan hal baru, tapi saya pernah baca beberapa sumber mengenai itu,” katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa sebaiknya guru memang berstatus PPPK meskipun keduanya hampir sama.

“Kalau saya guru memang sebaiknya PPPK, keduanya sebenarnya hampir sama, yang membedakan hanya gaji pensiun dan tunjangan. Alasan lainnya, saat ini sudah sangat banyak guru honorer yang jika mau diangkat PNS pasti butuh anggaran yang sangat lebih, belum lagi lulusan pendidikan yang baru,” ujarnya.

Mahasiswa yang merupakan calon guru tersebut berharap agar PPPK cepat dibuatkan regulasi dan PPPK ini merupakan solusi untuk tenaga kerja khususnya guru agar lebih merata.

“Kalau saya semoga cepat dibuatkan regulasi yang jelas. Semoga PPPK ini jadi solusi mengenai perekrutan tenaga kerja bagi pemerintah terutama di sektor pendidikan,” harapnya.

Terakhir mahasiswa tersebut menyampaikan bahwa ada beberapa yang masih bertanya dan kurang sepakat dengan terbentuknya PPPK. Padahal di PPPK ini mereka dapat memperoleh keuntungan dengan meningkatkan kinerja sebagai tenaga pendidik.

“Untuk orang yg tidak sepakat dengan P3K sebaiknya mereka harus pahami dulu mengenai PPPK itu apa, karena keuntungan dari PPPK sebenarnya memperjelas status tenaga guru honorer. dengan adanya PPPK guru honorer dihapus, itu artinya mereka bisa punya status yang jelas dengan masuk sebagai PPPK, gaji mereka juga lebih jelas dibanding jadi guru honorer,” katanya. (*)

*Reporter: Irsan Juliani/Editor: Muhammad Khadafi