WR 2 UNM, Karta Jayadi. (Foto: Dokumen Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan (WR II) Universitas Negeri Makassar (UNM) Karta Jayadi angkat bicara mengenai kesulitan pengurusan dokumen pembebasan Uang Kuliah Tunggal bagi korban gempa di Majene Sulawesi Barat (Sulbar).

Ia mengatakan bencana alam yang terjadi di sana bukanlah bencana alam besar, contohnya seperti kiamat. Sehingga pengurusan administrasi bagi mahasiswa korban gempa tetap berjalan sesuai Surat Keputusan (SK) Rektor Nomor: 118/UN36/HK/2021.

“Sistem berjalan dan tidak kiamat lokasi,” katanya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan jangan merasa kesulitan saat mengurus berkas untuk penurunan UKT gempa di Sulbar, dan memberi kesempatan ke korban bencana untuk mengurus dokumen pendukung sampai tanggal 31 Januari.

“Sampai tanggal 31 Januari, bisa menyertakan berkas BNPB bahwa mahasiswa bersangkutan rumah dan keluarganya terdata dalam korban gempa,” tegasnya.

Berdasarkan SK tersebut mahasiswa harus melampirkan berkas-berkas seperti KTP, KK, hingga foto lokasi rumah yang terdampak gempa. Namun banyak mahasiswa korban gempa mengeluhkan kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengurus berkas pembebasan UKT tersebut. (*)

*Reporter: Elfira