Salah satu chat mahasiswa UNM. Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Pelayanan administrasi dan akademik selama lockdown rupanya mendapat banyak keluhan dari mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM). Keputusan Work From Home (WFH) yang diberlakukan sejak delapan hari yang lalu hingga 18 Januari 2021 mendatang ini, dinilai mempersulit mahasiswa dalam mengurus administrasi perkuliahan.

Pasalnya, akibat harus dilakukan secara daring, kinerja pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan melayani mahasiswa dianggap menjadi buruk dan kadang menjengkelkan. Seringkali beberapa dosen dihubungi namun tidak membalas pesan mahasiswa atau malah mengarahkan ke staf fakultas/jurusannya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan, Julla (bukan nama sebenarnya) mengaku kebanyakan dosen berperilaku demikian. Namun, hal itu tidak terjadi pada semua dosen.

“Kalau dichat nareadji, tapi biasa kalau ditelpon naangkatji. Jadi pas ujian tutup ada yang tidak ada tanda tangannya, tapi kukumpul sajaji. Kalau pengurusan berkas yang lain lancarji,” ujar mahasiswa angkatan 2016 ini. 

Tidak hanya itu, informasi akademik juga sangat kurang, banyak mahasiswa tidak tahu proses pengurusan administrasi di kampus selama tutup. Masih ada fakultas dan jurusan tidak memiliki alur informasi akademik sehingga info akademik seringkali mengambang dan tidak jelas.

Hasanuddin (bukan nama sebenarnya), Mahasiswa Jurusan Matematika mengaku demikian. Ia menganggap selama WFH, bagian administrasi di Jurusan Matematika tidak memberikan pelayanan yang baik.

“Beberapa mahasiswa mengeluh di pengurusan administrasi. Staf jurusan tidak melayani mahasiswa dengan baik padahal sekarang semua serba online,” katanya.

Di samping itu, Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM, Ikhsan mengatakan dari pada memberatkan mahasiswa, alangkah baiknya pimpinan tidak menutup kampus agar pelayanan akademik berjalan baik meski tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

“Ada baiknya pihak kampus memberlakukan aktivitas pelayanan akademik seperti biasa namun tetap mematuhi protokol kesehatan. Apalagi Kota Makassar tidak lokcdown hanya pembatasan sosial yang menurut saya kontradiktif dengan kebijakan UNM,” jelasnya.

Berbagai keluhan mengenai ribetnya pengurusan adiministrasi melalui daring dan informasi yang simpang-siur turut datang dari balasan postingan story Instagram LPM Profesi. Bukan hanya meminta agar pengurusan administrasi dipermudah, mahasiswa juga menuntut agar dosen dan tenaga kependidikan profesional saat WFH. (*)

*Reporter: Nurul Istiqamah