Mahasiswa UNM membacakan puisi, Rabu (13/1). Foto-Fahmi/Profesi.

PROFESI-UNM.COM – Aksi tuntutan pemberian subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara menyeluruh yang digelar di depan gedung Pinisi UNM, Jalan Andi Pangeran Pettarani Kota Makassar tersebut diwarnai dengan beberapa puisi yang dibacakan oleh salah satu mahasiswa UNM, Rabu (13/1).

Salah satu mahasiswa yang turut membacakan puisi yaitu Wawan yang merupakan mahasiswa dari Program Studi Administrasi Pendidikan UNM dengan membawakan puisi berjudul “Sembilan Mata Orange”.

Ia menjelaskan puisi lama yang dibacakan itu merupakan penjelmaan dari suara mahasiswa yang tak mendapat respon positif dari pihak birokrasi kampus.

“Kebetulan tercantum dalam puisi yang menggambarkan keresahan di masa masa seperti sekarang dan  juga puisi ini berisi sedikit tamparan bagi mahasiswa yang acuh tak acuh pada pergerakan demi kepentingan bersama,” jelasnya.

Lanjut, Ia berharap dengan puisi itu dapat mengingatkan para birokrat agar dapat memperhatikan aspirasi mahasiswa dan mengeluarkan kebijakan yang paling tidak meringankan beban mahasiswa dari aspek ekonomi dan tata cara perkuliahan.

“Untuk mahasiswa semoga lebih mampu memaknai fungsi dan tugas seorang mahasiswa serta menyampingkan kepentingan-kepentingan lain yang tak begitu penting,” tutupnya. (*)

*Reporter: Fahmi Usta Wardani Bahtiar/Editor: Ema Humaera