Orasi Aliansi Mahasiswa UNM, Rabu (13/1). Foto-Isna/Profesi

PROFESI-UNM.COM – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM), Abdi Nurdinerta turut turun ke jalan menyuarakan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tidak kunjung mendapat respon dari birokrasi UNM, Rabu (13/1).

Sebelumnya, aliansi mahasiswa UNM sudah melakukan aksi pada Jumat, (8/1) lalu. Namun, lagi-lagi tak ada respon dari pihak birokrasi, seakan suara mahasiswa hanya angin lalu. Hal ini, membuat aliansi mahasiswa kembali menggelar aksi lanjutan.

Presiden BEM FT, Abdi Nurdinerta berharap birokrasi bisa mengubah Surat Keputusan (SK) yang sudah dikeluarkan. Tidak hanya mahasiswa yang mendapat subsidi UKT pada semester lalu saja. Akan tetapi, berlaku secara menyeluruh.

“Semua lembaga yang tergabung dalam aliansi berharap bahwa SK yang dikeluarkan dapat melindungi semua mahasiswa kedepan, rektor bisa merevisi kembali SK yang dikeluarkan bisa menambahkan poin-poin yang tentunya dapat mengcover secara keseluruhan terkait ini mahasiswa yang tidak dicover di SK awal,” harapnya.

Lanjut, Abdi sapaanya juga mengatakan bahwa Aliansi Mahasiswa hadir untuk menyuarakan hak mahasiswa terkait UKT yang masih belum mendapat toleransi di tengah pandemi.

“Kita hadir di tempat ini karena  melihat polemik-polemik yang ada di UNM seperti yang kita ketahui bersama UKT yang diterapkan di tahun 2013 itu sampai saat ini itu semua belum jelas, kemudian hari ini kita diperhadapkan oleh bencana pandemi,” ujarnya.

Terakhir, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin ini juga mengatakan pimpinan mampu memiliki kepekaan untuk memberikan subsidi UKT tidak hanya kepada beberapa mahasiswa saja.

“Kami dari FT UNM yang tergabung dalam aliansi mahasiswa UNM menuntut agar pimpinan UNM memberikan subsidi UKT secara menyeluruh,” ucapnya lagi. (*)

*Reporter: Nuraisna Ramadani/Editor: Kristiani Tandi Rani