Perwakilan dari aliansi BEM FIP saat orasi menuntut subsidi UKT secara general kepada mahasiswa, Rabu (13/1). Foto-Fahmi/Profesi.

PROFESI-UNM.COM – Gabungan aliansi mahasiswa se-Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi di depan Gedung Menara Pinisi UNM menuntut pengurangan atau pemberian subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara general kepada mahasiswa, Rabu (13/1).

Dalam gelaran aksi tersebut, seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) turut hadir menyuarakan tuntutannya dalam mengawal berbagai isu turunan yang hingga kini belum menemui titik terang dari Pimpinan UNM.

Salah satu aliansi yang tergabung dalam aksi tersebut, Presiden BEM Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNM memberikan tanggapan terkait aksi yang kembali menekankan adanya pengurangan UKT karena tentunya beberapa komponen Biaya Kuliah Tunggal (UKT) tidak terpakai di masa pembelajaran daring seperti ini.

“Salah satu isu tuntutan kita di aliansi, yaitu untuk mentransparansikan BKT, dimana hasil kaji dari teman-teman beberapa komponen tidak terpakai alias hanya sebagian. BKT kan ada seperti BLST memang terpakai tapi bantuan langsung lain apakah terpakai?,” tutur pria yang akrab disapa Bokap itu.

Mahasiswa angkatan 2017 ini juga menampik bahwa jika kalau pada waktu yang telah ditentukan untuk membuka ruang dialog bersama tidak mendapat tanggapan dalam hal ini apa yang menjadi aspirasi mahasiswa, maka gerakan yang lebih besar dari hari ini siap terjadi mengawal lebih banyak massa dalam hal ini mahasiswa UNM.

“Mahasiswa UNM akan membuat gerakan yang lebih besar lagi, kami akan terus berusaha untuk memobilisasi massa untuk hadir dalam gerakan ini, karena ini adalah gerakan kita bersama,” tegasnya.

Lanjut, Ia menuturkan bahwa maka dari itu, perlu adanya transparansi UKT semester ganjil lalu dari pimpinan sebagai bentuk representasi atau acuan pada semester genap. Hal tersebut otomatis hampir sama dengan tahun lalu dan bahkan tidak ada bedanya.

“Makanya kami mahasiswa meminta agar dilakukan pengurangan, harus ada transparansi UKT semester lalu untuk dijadikan acuan,” pungkasnya.

Di samping itu, Ia berharap agar kiranya Pimpinan UNM bersedia untuk membuka ruang dialog bersama mahasiswa dan memberikan itikad baiknya pada waktu yang telah sepakati bersama masyarakat UNM.

“Alhamdulillah tadi Humas UNM sudah menerima surat tersebut. Kami di tataran mahasiswa UNM menunggu itikad baik dari pimpinan pada hari Jumat sesuai waktu yang telah ditentukan untuk berdialog bersama,” ungkapnya.

Aksi tersebut berjalan dengan damai berdasarkan hasil konsolidasi bersama aliansi mahasiswa UNM untuk turun kembali menuntut adanya pengurangan atau subsidi UKT secara general kepada mahasiswa.

*Reporter: Nur Azisa/Editor: Annisa Puteri Iriani