Gedung menara Pinisi UNM. (Foto: Muhammad Ilham Akbar. B)

PROFESI-UNM.COM – Gedung Menara Pinisi di Jalan A.P Pettarani menjadi ikon Universitas Negeri Makassar (UNM). Gedung yang diresmikan pada tahun 2013 ini memiliki 17 lantai.

Pusat pimpinan dan pegawai kampus berkantor di sini. Hampir setiap hari, gedung berbentuk Kapal Pinisi ini ramai dikunjungi sivitas UNM maupun orang dari luar UNM

Namun, gedung tersebut hanya sebatas digunakan sebagai kantor pejabat dan administrasi. Tidak diperuntukkan untuk semua kelas perkuliahan mahasiswa.

Dari 17 lantai tersebut, masih terdapat beberapa ruangan yang tidak digunakan. Hal ini diminta oleh mahasiswa UNM untuk digunakan sebagai ruang perkuliahan. Mengingat beberapa ruang kuliah di fakultas maupun Program Studi, terkadang tidak mencukupi.

Syahrul Gunawan mengatakan ruang Gedung Menara Pinisi tidak dibiarkan kosong seharusnya digunakan karena ketersediaan ruang perkuliahan masih minim.

“Saya pribadi bersepakat ruang pinisi kosong digunakan karena beberapa fakultas kapasitas mahasiswa tidak seimbang dengan ketersediaan ruang perkuliahan, masih banyak juga gedung-gedung yang terbengkalai,” katanya.

Mahasiswa angkatan 2017 ini juga menuturkan bahwa sering terjadinya perebutan ruang kelas maupun mahasiswa berdesak-desakan dalam satu ruangan yang sempit dan menjadi keharusan bagi pihak birokrasi mampu mengelola dengan baik setiap lantai di menara pinisi agar digunakan sebagaimana mestinya, bukan malah dibiarkan terbengkalai seperti itu

“Beberapa mindset dari mahasiswa baru juga yang sering saya jumpai  mereka beranggapan bahwa ruang kuliahnya nanti itu berada di Gedung Menara Pinisi, melihat Menara Pinisi menjadi ikonik dari UNM itu sendiri,” jelasnya.

Terakhir, Syahrul berharap pemanfaatan lantai kosong itu bisa digunakan untuk ruang perkuliahan atau kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa itu sendiri dan mengingat betapa sulitnya Lembaga Kemahasiswaan ingin berkegiatan di dalam kampus dengan minimnya ruang-ruang atau fasilitas kampus yang mampu dimanfaatkan menjadi tempat berkegiatan.

“Padahal sudah menjadi tanggung jawab kampus menyediakan fasilitas penunjang bagi mahasiswanya, mengingat setiap semesternya mahasiswa telah menunaikan kewajibannya dengan membayar UKT, semestinya mereka mendapatkan fasilitas yang sesuai dan memadai,” harapnya. (*)

*Reporter: Elfira