Desain rancangan Gedung Science Square Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang direncanakan 13 lantai, Minggu (10/1). Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM –¬† Universitas Negeri Makassar (UNM) mengeluarkan surat edaran penutupan sementara (lockdown) hingga tanggal 18 Januari 2021 mendatang. Namun, di tengah masa lockdown, pembangunan Gedung Science Square (SS) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tetap berjalan.

Ari Baba Felani, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UNM  beranggapan bahwa jika tujuan dilakukannya lockdown untuk keselamatan bersama dari Covid-19, harusnya pembangunan Gedung SS diberhentikan untuk sementara sesuai kebijakan lockdown yang ditetapkan.

“Seharusnya ketika memang lockdown ini berorientasi untuk keselamatan bersama, maka pembangunan pun ditangguhkan. Bukan hanya mahasiswa dan sivitas akademika lainnya,” katanya

Mahasiswa Jurusan Matematika itu juga mengatakan bahwa  anggaran yang digunakan dalam pembangunan Gedung SS tidak transparan, Ia menyebut bisa menimbulkan kecurigaan terhadap pihak kampus.

“Pembangunan Gedung SS adalah hal yang baik untuk pengembangan sarana kampus. Namun, dalam proses pembangunannya yang tidak transparan saya pikir perlu menjadi sorotan,” ucapnya

Lanjut, Ari sapaanya menyampaikan bahwa gedung yang bermodel sayap kupu-kupu tersebut rencananya akan rampung pada bulan Maret 2021 dan BEM FMIPA UNM siap untuk mengkawal gedung tersebut hingga selesai.

“Pembangunan Gedung SS yang notabenenya menggunakan anggaran yang terbilang cukup besar dan tidak memiliki transparansi dalam pembangunannya akan sangat rentan terjadi penyelewengan anggaran,” lanjutnya

Terakhir, Ia menyampaikan harapannya agar pembangunan gedung SS ini ada transparansi anggaran yang digunakan.  Sesuai dengan ketetapan Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, maka segenap Lembaga Kemahasiswaan (LK) berhak mengetahuinya. (*)

*Reporter: Mustika Fitri/Editor: Kristiani Tandi Rani