Presiden BEM FE UNM Awaluddin saat menyampaikan orasi pada 8 Januari 2021 lalu. (Foto-Ist)

PROFESI-UNM.COM – Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM), Awaluddin belakangan menjadi perbincangan terkait berita yang berhembus bahwa dirinya mengatakan Rektor UNM, Husain Syam melakukan tindakan korupsi selama pandemi.

Namun, kawan-kawan dari aliansi mahasiswa UNM yang melakukan aksi tuntutan Subsidi UKT Secara General pada Jumat (8/1) 2021 lalu menyatakan dengan tegas terkait pemberitaan yang telah beredar.

Awaluddin mempertegas bahwa dirinya tidak pernah melontarkan tuduhan tersebut terhadap Rektor UNM.

“Dalam orasi saya mengatakan bahwa, kalau sampai hari ini birokrasi UNM tidak memberikan transparansi anggaran Covid-19, maka muncul tanda tanya besar,” tegasnya.

Lanjut, Awal sapaannya mengatakan dalam orasinya, Ia menghawatirkan pihak birokrasi UNM terjerat kasus yang sama dengan kasus lain dikarenakan tidak adanya transparansi anggaran Covid-19.

“Jangan sampai birokrasi UNM, Rektor UNM sama dengan Menteri Sosial Indonesia yang korupsi 17 M. Karena keterbukaan informasi publik sudah diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2008,” jelasnya. (*)

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan