Angket yang dibuat BEM FMPIA UNM. (Foto: ist)

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat riset tentang subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara general. Riset yang dilakukan sejak 5 Januari itu menunjukkan hasil bahwa 81% mahasiswa yang mengisi angket siap mogok bayar UKT sebelum adanya subsidi.

Angket yang disebar secara online melalui platform Google Form tersebut hingga kini telah diisi oleh sebanyak 1151 orang mahasiswa UNM. Partisiapan secara terus menerus bertambah dan didominasi oleh mahasiswa FMIPA. Dari 1151 partisipan tersebut, sebanyak 1140 menyatakan setuju akan adanya subsidi UKT. Sementara itu, sebanyak 993 orang menyatakan siap mogok bayar UKT jika tidak disubsidi.

Presiden BEM FMIPA UNM, Ari Baba Felani Annur mengatakan akan terus mengawal persoalan subsidi UKT secara general hingga birokrasi mengindahkan tuntutan tersebut. Menurutnya, perkuliahan secara daring menunjukkan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) yang jauh lebih sedikit daripada perkuliahan secara normal atau tatap muka. Pada perkuliahan daring lanjutnya, hanya ada satu dari enam komponen BKT yang digunakan oleh mahasiswa yakni Biaya Langsung (BL) Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga pengajar/dosen saja.

“Atas landasan itulah kami menuntut pemberian subsidi UKT secara general, sebab kebutuhan pembelajaran daring tidaklah sama dengan kondisi normal,” katanya.

Ia juga berharap seluruh mahasiswa dapat menyadari dan bisa bergerak dalam mengawal permasalahan subsidi UKT tersebut. “Bahwa UNM dan secara umum pendidikan sedang tidak baik-baik saja. Pendidikan adalah hak segala bangsa!,” tegasnya. (*)

*Reporter: Andi Dela Irmawati