Ilustrasi PPPK. (Foto: int)

PROFESI-UNM.COM – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah aparatur sipil negara yang diangkat oleh pejabat pembina kepegawain (PPK) berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas pemerintahan.

Persyaratan PPPK saat ini sangat berbeda dengan sebelumnya, hal ini dikarenakan pada tanggung jawab Pemerintah Daerah yang hanya menyusun formasi tanpa harus menanggung gaji maupun biaya pelaksanaan dan akan ditanggung oleh pusat melalui BKN.

Nah,  apa sih syaratnya itu? Dilansir dari bingkaiberita.com, berikut syarat pelamar PPPK:

1. Merupakan guru honor di sekolah swasta atau negeri yang tercatat pada aplikasi pendidikan seperti dapodik dengan riwayat mengajar sudah terdata didatabase Badan Kepegawaian Negara sebagai honorer kategori.

2. Merupakan lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) mandiri, yang belum mengajar sekalipun ataupun PPG dalam Jabatan yang memenuhi syarat memiliki sertifikat pendidik.

Meskipun belum lama mengajar jadi honor akan tetapi sudah memiliki sertifikat pendidik (serdik) sebagai pengakuan kompetensinya melalui program PPG Sistem Informasi Manajemen untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM PKB)  tetap dapat melamar PPPK.

3. Usia minimal 20 tahun dan maksimal 59 tahun sebelum masa pensiun diberlakukan.

4. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia tidak mempersyaratkan serdik. Hanya saja, harus sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang linier. Jika melamar guru pendidikan Bahasa Inggris, maka harus memiliki ijazah pendidikan Bahasa Inggris.

Diketahui, hanya individu baru yang belum mengajar saja bisa melakukan pendaftaran PPPK. Sehingga kompetisi ini bisa secara adil dilaksanakan tanpa harus menganak tirikan pemilik sertifikat pendidik.

Pelaksanaan tes yang sudah melakukan pendaftaran akan dilaksanakan secara online dan dapat melakukan pendaftaran jika sesuai dengan syarat kriteria yang telah dijelaskan diatas. Apabila gagal, maka masih diberi kesempatan kedua sampai ketiga untuk melakukan tes ulang dalam setahun. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A