Presiden BEM FPsi UNM Nur Vicky, saat menyampaikan orasi, Jumat (8/1). (Foto: Fadhil Aqilah)

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi (FPsi) yang tergabung dalam Lembaga Kemahasiswaan se-Universitas Negeri Makassar (UNM) Nur Vicky turut memberikan tanggapan terkait tuntutan aksi aliansi mahasiswa UNM, Jumat (8/1).

Aksi yang digelar di depan Gedung menara Pinisi UNM Jl. A. P. Pettarani Kota Makassar itu membawa isu tuntutan, yaitu transparansi unit cost, transparansi anggaran covid, tindak lanjut pengembalian Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester ganjil, dan wujudkan profesionalisme dosen dalam perkuliahan daring.

Selaku Presiden BEM FPsi, Nur Vicky menyayangkan kebijakan yang keluar dari pihak kampus UNM yang tidak mengakomodir kebutuhan mahasiswa UNM.

“Kebijakan yang keluar tidak mengakomodir kebutuhan mahasiswa, Mahasiswa UNM sekarang sangat butuh ditinjau kembali atau pemotongan UKT secara general semua teman-teman Mahasiswa UNM,” ujarnya.

Terakhir, ketika dimintai tanggapan mengenai aksi aliansi ini, mahasisswa angkatan 2017 ini mengatakan, semua aksi yang dilakukan telah disetetujui dan dipersiapkan secara matang melalui konsolidasi.

Vicky menyebut mahasiswa ingin mengetahui penggunaan anggaran selama masa pandemi dan melihat rincian UKT yang seharusnya dibayarkan.

“Jelas dari menteri keuangan juga mengatakan kalau kondisi perekonomian krisis saat ini tapi kebijakan yang muncul tidak ada,” tegasnya. (*)

*Reporter: Murni