Pamflet Parodi UKT Sendratasik FSD UNM. Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Program Studi Sendratasik Fakultas Seni Desain Universitas Negeri Makassar (UNM) mengekspresikan diri melalui pamflet parodi film. Parodi tersebut dibuat atas dasar kekecewaan terhadap birokrasi yang tidak memberi kebijakan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Diketahui, pembuat pamflet parodi film tersebut bernama Reinaldi Todinglayuk yang merupakan mahasiswa angkatan 2019 yang bertuliskan “Uang UKT Mahal” dan “Cerita tentang susahnya cari uang pake bayar UKT”.

Terlihat sejumlah mahasiswa sedang mengenakan pakaian adat, serta mahasiswa berekspresi mulut sedikit terbuka, yang seolah menggambarkan kebingungan.

“Padahal tidak bisa dipungkiri kalau keadaan pandemi masih sama seperti semester sebelumnya. Tidak ada bedanya. Walaupun cuman sekedar pamflet parodi dan tidak ada filmnya, tapi saya kira ekspresi wajahku di pamflet ini mewakili perasaan teman-teman semua yang mengalami nasib yang sama hehe,” tutur Reinaldi Todinglayuk

Lanjut, dalam pembuatan parodinya, Ia tidak berniat menyindir. Akan tetapi, Ia mengatakan hanya sebagai bentuk ekspresi diri atas keadaan saat ini yang mewajibkan mahasiswa UNM untuk membayar UKT agar dapat melanjutkan pendidikan disemester berikutnya.

“Jadi sebenarnya kak saya buat ini hanya sebagai bentuk ekspresi diri ji kak. Sehubungan dengan keadaan masa-masa kita membayar UKT ini. Tidak bermaksud menyebarkan kebencian atau apapun itu,” jelasnya.

Terakhir, Naldi sapaannya berharap agar parodi yang Ia buat dapat menyumbangkan aspirasi dukungan agar semester genap ini akan adanya subsidi UKT seperti sebelumnya.

“Walaupun ini hanya sekedar pamflet parodi film ji, yang mungkin orang-orang anggap sepele ji. Tapi saya berharap bisa, walaupun sedikit saja memberikan dampak dan bisa menyampaikan pesan atau aspirasi dari kami mahasiswa, bahwa kami memang sangat membutuhkan subsidi UKT sama seperti semester sebelumnya,” harapnya. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A