Tasri Ponta saat melakukan seminar propsal, Senin (5/1) - Foto: Annisa Asy Syam. A
Tasri Ponta saat melakukan seminar propsal, Senin (5/1) - Foto: Annisa Asy Syam. A

PROFESI-UNM.COM – Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar seminar proposal yang dibawakan oleh Tasri Ponta, Dosen Fakultas Teknik Program Studi Pendidikan Teknik Elekteronika UNM, Selasa (5/1).

Tasri Ponta mengangkat proposal dengan judul “Pengembangan Pembelajaran Model Ponta Berbasis Blended Learning di Sekolah Menengah Kejuruan”. Ia merupakan mahasiswa program studi spascasarjana Strata 3 Pendidikan Vokasi Keteknikan Program Pascasarjana UNM.

Ia menjelaskan empat faktor dan fenomena terhadap tren fenomena global. Pertama, Revolusi Industri (RI) 4.0, kedua tantangan dan permasalahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ketiga model pembelajaran blended learning dan ke empat pengembangan model pembelajaran.

“Dampak RI 4.0 ada negatif dan positif. Positifnya dapat mengakselarsi pertumbuhan ekonomi, kemudahan dalam berinovasi dan layanan yang cepat, efisien dan jangkauan koneksi yang lebih luas, sedangkan negatifnya peran manusia diambil alih oleh mesin, pengangguran meningkat dan eksploitasi terhadap SDA yang dapat meningkatkan polusi,” jelasnya.

Pria kelahiran Masamba ini melakukan uji coba model dengan tiga jenis. Kelompok kecil, kelompok terbatas dan lapangan.

Kelompok ini seluruhnya merupakan siswa dan guru SMK Negeri 3 Makassar. Kelompok kecil enam hingga delapan, kelompok terbatas 15 hingga 30 dan lapangan lebih dari 30 orang.

Dalam seminar ini, terdapat lima pembimbing dan penanggap, yakni selaku promotor Hamsu Abd. Gani, Abd Muis dan Bakhrani Rauf, Punamawati dan Ruslan selaku penanggap. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A