Kampus VI Universitas Negeri Makassar. (Foto: ist)

PROFESI-UNM.COM – Sejumlah mahasiswa Kampus VI Unit Pelaksana Program (UPP) Program Studi Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Bone Universitas Negeri Makassar (UNM) mengeluhkan adanya pungutan biaya pada baju laboratorium (lab).

Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PGSD FIP Bone Armiati mengungkapkan, setiap mahasiswa membayar dua ribu rupiah untuk menggunakan baju lab yang disediakan kampus setiap kali pakai.

Akibatnya, sebagian besar mahasiswa lebih memilih meminjam baju lab yang disediakan HMPS tersebut secara gratis. “Kami dari HMPS sudah sediakan baju lab, cuman kadang tidak cukup kak, jadi terpaksa sebagian mahasiswa membayar dua ribu rupiah baju lab kampus untuk satu kali pakai,” katanya.

Armiati lantas menganggap pungutan tersebut melanggar Peraturan Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 22 tahun 2015, Pasal 8 mengenai larangan bagi Perguruan Tinggi Negeri melakukan pungutan lain di luar UKT (Uang Kuliah Tunggal). “Sebenarnya baju lab itu tidak dibayar lagi, karena sudah ditanggung UKT dari mahasiswa,” ujarnya.

Dari situ, Ia kemudian melaporkan hal ini ke pihak UPP PGSD FIP Bone. Namun, tampak pihak kampus tak serius menanggapi permasalahan tersebut.

Sekretaris UPP PGSD FIP Bone, Kadir mengaku tak ingin ambil pusing perihal tersebut. “Saya ndak mau pusingi itu,” ujarnya kepada Profesi, 11 Desember 2020. (*)

*Reporter: Muhammad Resky