Istimewa pinterest - Foto.Int
Istimewa pinterest - Foto.Int

PROFESI-UNM.COM -Kita tentu punya impian, misalnya di tahun ini aku mau X tapi konon 80% resolusi tahun baru ternyata gagal bahkan ketika baru di bulan Februari.

Salah satu penyebab utama kegagalan pembentukan perilaku baru adalah karena goal yang kita buat terlalu ‘abstrak’ misalnya “aku mau rajin olahraga” atau “aku mau kurus” atau “aku mau nulis buku”

Dalam pembentukan perilaku, disarankan mengikuti prinsip S-M-A-R-T.

S – Specific
Buatlah target yang spesifik. Kurus saja tidak cukup. Lebih baik ada target berapa kilogram, atau sampai baju atau celana tertentu muat. Dengan goal spesifik, otak kita lebih mudah membayangkannya

M: Measurable

Sesuatu yang tidak terukur membuat kita sudah untuk berkembang. Sebaliknya, dengan adanya suatu ukuran dan kita mendekati atau melampai ukuran tersebut maka kita makin semangat.

A: Achievable

Problem dengan target yang terlalu tinggi adalah, ketika tidak mencapainya maka kita bisa berpikir jadi yang diubah bukan target, tapi cara mencapai targetnya. Sebaiknya masuk akal, mampu laksanakan

R: Reward

Problem lain dari mencoba hal baru adalah hadiah atau reward yang kita dapatkan kadang terlalu jauh. Ubah persepsi misalnya, olahraga bikin berkeringat banyak dan rasa segar, itu semua bisa jadi hadiah instan buat kita.

T: Time limited

Ada Parkinson’s Law: pekerjaan akan menyesuaikan waktu. Kasih tugas seseorang deadline 1 minggu, akan selesai dalam seminggu. Perpanjangan waktu jadi sebulan, akan selesai dalam sebulan. (*)

*Reporter : Tito koes Herdianto