Pernyataan sikap BEM FE UNM. Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat penyataan sikap terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masa pandemi Covid-19, Minggu (27/12).

Pernyataan tersebut menyatakan BEM FE UMM mengecam pihak birokrasi untuk memberikan keringanan UKT kepada mahasiswa di masa pandemi Covid-19.

Pernyataan sikap ini dilayangkan setelah BEM FE beberapa kali melakukan aksi kampanye dan tuntutan secara konsisten sejak Mei 2020. Namun, tak ada satupun dari aksi tersebut yang mendapat tanggapan dari pihak birokrasi.

Menurut BEM FE sesuai tertulis dalam pernyataan sikapnya, UKT di masa pandemi harus mendapatkan keringanan dikarenakan banyaknya biaya kuliah tidak terpakai selama kuliah daring.

Komersialisasi, privatisasi dan liberalisasi dunia pendidikan ditambah merebahnya wabah Covid-19 melipatgandakan penderitaan rakyat terkhusus orang tua mahasiswa dikarenakan biaya kuliah.

Kuliah daring mahasiswa dibebankan biaya langsung SDM, sementara gaji dosen ditanggung melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan bantuan operasional perguruan tinggi negeri yang bukan dari UKT. Hal tersebut, menurut BEM FE sangat tak sesuai dengan tri dharma perguruan tinggi (PT).

Salah satu isi tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat, nyatanya kampus justru melakukan tindasan dan hisapan yang dapat menyengsarakan masyarakat. Beberapa kondisi tersebutlah yang membuat BEM FE UNM menyatakan kencaman kepada birokrasi UNM.

Aksi ini diikuti mahasiswa dari BEM FE UNM, Hima Manajemen, HMPS Pendidikan Ekonomi, Hima Aksi, Himapsi, Himadipa dan Himposep. (*)

*Reporter: Elfira