Simak Ketentuan Kuliah Tatap Muka 2021 yang Harus Dipatuhi Perguruan Tinggi

0
73
Penerimaan mahasiswa baru UNM 2019. (Foto-ist)

PROFESI-UNM.COM – Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam dalam siaran pers Kemendikbud memaparkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi perguruan tinggi dalam hal persiapan, pelaksanaan, dan pemantauan kuliah tatap muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim sebelumnya telah menyinggung isu belajar tatap muka yang akan dimulai awal Januari 2021 melalui konferensi pers 21 November yang lalu.

Dilansir dari Kompas.com, menurut Nizam untuk masalah persiapan yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi hal-hal yang harus dilakukan, yakni sebagai berikut:

  1. Perguruan tinggi harus mendapatkan rekomendasi atau berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat melalui satuan tugas penanganan Covid-19.
  2. Perguruan tinggi hanya diperbolehkan menyelenggarakan kegiatan kurikuler melalui pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Perguruan tinggi menyediakan sarana dan prasarana pembelajaran campuran (hybrid learning) bagi mahasiswa yang belajar secara daring serta dosen yang mengajar secara daring.
  4. Perguruan tinggi telah siap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana ditetapkan dalam keputusan bersama di atas dan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.
  5. Perguruan tinggi juga harus membentuk satuan tugas penanganan Covid-19 di perguruan tinggi untuk menyusun dan menerapkan standar operasional prosedur protokol kesehatan.
  6. Pemimpin perguruan tinggi menerbitkan pedoman pembelajaran, wisuda, maupun kegiatan lainnya bagi civitas akademika dan tenaga kependidikan di lingkungan perguruan tinggi.

Kemudian dalam hal pelaksanaan kuliah tatap muka, ada tujuh hal yang harus dipatuhi oleh perguruan tinggi:

  1. Melaporkan penyelenggaraan pembelajaran kepada satuan tugas penanganan Covid-19 secara rutin.
  2. Mahasiswa dan tenaga kependidikan yang melakukan aktivitas di kampus harus memenuhi kriteria.
  3. Melakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.
  4. Warga kampus diharapkan dapat menjadi duta perubahan perilaku di lingkungan masing-masing. Dalam hal ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19 di perguruan tinggi, pemimpin perguruan tinggi menghentikan sementara kuliah tatap muka, sampai kondisi aman.
  5. Dalam hal terjadi peningkatan status peningkatan risiko Covid-19 di kabupaten/kota, pemimpin perguruan tinggi berkoordinasi dengan satuan tugas penanganan Covid-19 setempat untuk melanjutkan atau menghentikan kuliah tatap muka.
  6. Apabila terdapat kondisi khusus atau permintaan dari pemerintah provinsi/kabupaten/kota, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi dapat memberhentikan pembelajaran tatap muka pada perguruan tinggi. Dalam rangka pemantauan, perguruan tinggi harus menegakkan SOP protokol kesehatan serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. (*)

*Reporter: Khuznul Khotimah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini