PJJ Terlalu Lama, Bisa Akibatkan Kendala Tumbuh Kembang Hingga Putus Sekolah

0
48
Ilustrasi PJJ - Foto.Int
Ilustrasi PJJ - Foto.Int

PROFESI-UNM.COM – Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) menjadi alternatif bagi para pendidik dan peserta didik agar tetap bisa melakukan proses belajar mengajar di tengah pandemi. Sudah sekitar 10 bulan PJJ di berlakukan di Indonesia, tak dapat disangkal terdapat resiko yang diperoleh dari sistem ini.

Dilansir dari kompas.com terdapat tiga resiko permanen yang didapatkan jika PJJ terus diberlakukan, yakni:

  1. Ancaman putus sekolah

Sekolah tidak sebatas duduk manis di dalam kelas. Anggapan tersebut tak berlaku bagi sebagian orangtua yang tak dapat melihat peran sekolah jikalau tidak melakukan proses belajar mengajar secara tatap muka.

Ditambah lagi, perekenomian di kala pandemi yang menurun drastis, menjadikan siswa harus sedia membantu perekonomian keluarga agar dapur tetap mengepul. Hal tersebut bisa menyebabkan anak putus sekolah.

  1. Kendala tumbuh kembang

Perbedaan sosioekonomi tiap peserta didik menghasilkan kesenjangan capaian belajar. Turunnya keikutsertaan peserta didik di sekolah dapat menyebabkan “learning loss” yang berdampak pada pertumbuhan kognitif dan karakter. Khususnya PAUD yang dapat mengakibatkan tidak optimalnya tumbuh kembang di usia emas.

3.Tekanan psikososial dan kekerasan rumah

Rasa stres tak dapat dihindari dalam PJJ ini. Hal itu dikarenakan minimnya interaksi yang terjadi antar guru dan siswa serta sulitnya siswa menyesuaikan diri dengan PJJ. Terbatasnya akses guru ke siswa juga membuat kasus seperti kekerasan dalam rumah tak terjamah oleh guru. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini