Muhammad Asri saat memberi pakan di peternakannya, Jumat (12/12). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Muhammad Asri, Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin membuktikan kemampuannya dengan memulai usaha ternak ayam dan bebek di Dusun Likuloe, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (11/12).

Penerapan Work From Home di masa pandemi ini dimanfaatkan Asri untuk membangun dan mengembangkan usahanya di bidang peternakan yang ditekuninya.

Ia merintis usaha peternakan ayam dan bebek sejak 2018 lalu. Akan tetapi, usaha peternakannya berhenti dan baru memulai lagi pada bulan Agustus 2020.

“Ini pernah mulai dari 2018 tapi vakum gara-gara banyak urusan jadi tidak terawat sehingga ayam banyak mati. Baru kumulai lagi bulan 8 kemarin,” ujarnya.

Lanjut, Ia mengungkapkan bahwa sempat kehilangan ratusan ekor anak ayam. Hal tersebut dikarenakan Asri tidak merawat anak ayam tersebut sehingga mati.

“Pernah ka kehilangan ratusan ekor anak ayam, sempat dulu tidak kuurus karena ada urusan di luar makanya tidak sempat terurus,” ungkapnya.

Tapi, hal tersebut tidak mematahkan rasa semangatnya dalam merintis pertenakan ayam dan bebeknya. Sekarang, Ia menjadi semangat dalam merintis usahanya.

“Namanya juga usaha, yah pasti ada untung dan ruginya, tetapi itu menjadi pembelajaran buat saya dalam mengembangkan usahaku ke depannya lagi,” ujarnya.

Terakhir, pria kelahiran Gowa ini menuturkan, tidak mendapatkan kendala selama merintis usahanya, tetapi saat ini harga ayam turun di pasar.

“Kalau kendala kayaknya tidak ada ji karena telur kita sendiri bibit, kita sendiri yang tetaskan. Pembesaran yang agak besar biayanya, cuman cost pakannya, baru harga pasar ayam turun,” ujarnya.

Adapun ayam yang dikembangkan yaitu jenis ayam bangkok dan kampung sedangkan jenis bebek yang Ia kembangkan adalah jenis bebek petelur. (*)

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan