Dampak Covid-19, Peternak Ayam Keluhkan Harga Penjualan di Pasar

0
96
Muhammad Asri saat memberi pakan di peternakannya, Jumat (12/12). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Dampak dari pandemi virus Corona (Covid-19) mulai dirasakan peternak ayam di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selain harganya turun drastis, peternak juga kesulitan menjual, Jumat (11/12).

Turunnya harga ayam ini merupakan imbas dari wabah virus Corona yang penyebarannya kini semakin meluas di Indonesia.

Salah satu peternak ayam, Muhammad Asri juga terkena imbas dampak dari pandemi ini. Ia mengatakan, pada saat pandemi memasuki di Indonesia, harga penjualan ayam dan bebek di pasar turun.

“Waktu belum Corona itu, bapak ku jualan ayam kampung ji juga di Pasar Pa’baeng yang biasanya ayam 0.8 hingga 1 kg itu dihargai Rp.45.000 sampai Rp.50.000, sekarang agak turun jadi Rp.35.000 dan Rp.30.000 tapi harga ayam potong malah naik,” jelasnya.

Mahasiswa angkatan 2017 Universitas Negeri Makassar (UNM) ini mengatakan, pernah merasakan penjualan ayamnya turun karena dampak pandemi.

Terakhir, Ia berharap, kondisi cepat pulih lagi agar para pemilik usaha mikro bisa mengembangkan usahanya di tengah pandemi seperti saat ini.

“Mudah-mudahan makin baik ke depannya. Kondisi cepat pulih biar yang punya usaha-usaha kecil ada harapan buat kembangkan usahanya, harapnya. (*)

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini