Palukka Helm Bersarang di FIP

0
71
Lahan parkir di kampus FIP UNM
Lahan parkir di kampus FIP UNM

PROFESI-UNM.COM – Jika anda berkunjung ke Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) pastikan anda menyembunyikian helm. Pasalnya, fenomena kehilangan helm di Kampus Hijau, sudah lazim terjadi. Kasus kehilangan helm sangat meresahkan mahasiswa, satpam pun memilih angkat tangan.
Kasus kehilangan pelindung kepala ini pernah menimpa Fikri Maulana. Ia menceritakan, peristiwa naas ini terjadi pada 13 November lalu, sekira pukul 07.30 pagi.

Saat itu Fikri memarkir motornya di parkiran samping lapangan tenis. Kemudian helmnya disimpan di pengait yang terletak di bawah sadel. Namun, saat kembali tepatnya pada pukul 10.00 helmnya sudah tidak ada di motornya. Ia mengaku sempat bertanya ke mahasiswa sekitar tapi hasilnya nihil, Ia tidak mendapatkan informasi apapun.

“Pas ka mau pulang, tidak adami helmku. Padahal, dari praktik Penjas,” bebernya.

Tak hanya Fikri, dua mahasiswa lain juga jadi korban, yakni Putri Amalia dan Dewi Resky mahasiswa PGSD. Putri Amalia mengaku kehilangan helmnya yang tergantung di spion motor. Keduanya kehilangan helm disaat hari menjelang malam.

“Saya taruh di spion motor lalu olahraga untuk matkul penjas, kemudian sekitar magrib helm sudah hilang,” ungkap Putri Amalia. Sampai saat ini tercatat sudah ada empat mahasiswa yang mengaku menjadi korban kehilangan helm.

Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIP, Ahmad Farid Kafrawi, menuding keamanan kampus menjadi penyebab mahasiswa sering kehilangan helm. Menurutnya saat ini keamanan kampus FIP tidak bekerja secara optimal.

“Yah tentunya ini kembali ke persoalan keamanan kampus, CCTV saat ini tidak berfungsi, dan pihak keamanan dalam hal ini security kampus juga tidak bekerja secara optimal dalam menjaga keamanan dalam kampus.” katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, Ia mengaku telah melakukan sosialisasi kepada mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menjaga motor dan helmnya agar kedepannya tidak terjadi kejadian serupa. “Kemudian untuk solusinya, dekat-dekat ini akan adakan dialog dengan pimpinan fakultas agar secepatnya menyikapi persoalan ini,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan fakultas beranggapan bahwa kasus kehilangan ini yang salah adalah mahasiswa. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Dekan Administrasi dan Keuangan (WD II) FIP, Pattaufi, menurutnya semestinya mahasiswa lebih berhati-hati dalam menjaga barang-barangnya agar terhindar dari kasus pencurian seperti saat ini. Ia juga menanyakan mengapa banyak mahasiswa yang bertahan sampai malam di kampus. Padahal sudah dilarang untuk datang ke kampus dan bertahan sampai malam.

“Mahasiswa kan masih dilarang masuk di kampus. Jadi, apakah itu menjadi kesalahan kami (sebagai) pimpinan? Tanya juga mahasiwa apakah sudah patuhi aturan, tidak berkegiatan sampai malam” tuturnya.

Dosen Teknologi Pendidikan itu, menjelaskan saat ini kampus menerapakan beberapa pembagian jam jaga dan selalu dijaga dua satpam. Makanya, Ia mengharapkan agar mahasiswa memakirkan motornya di tempat yang mudah dipantau. (*)

*Reporter : Tabloid 224

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini