Ketua Pusat KKN UNM, Arifin Manggau. (Foto: Dela-Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Laporan akhir pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang dibuat secara berkelompok, maksimal disusun oleh sebanyak tujuh orang mahasiswa. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pusat KKN UNM, Arifin Manggau saat ditemui di ruangannya, Senin (7/12).

“Satu artikel maksimal ditulis oleh tujuh orang. Kalau misal dalam satu lokasi itu, ada 21 orang, berarti bisa dibagi tiga, jadi di lokasi itu ada tiga artikel berbeda,” ungkapnya.

Berbeda dengan PPL, Arifin Manggau menyebutkan laporan pelaksanaan KKN dibuat dalam bentuk artikel jurnal ilmiah. Dalam artikel tersebut dibahas secara ilmiah satu program kerja unggulan yang telah dilaksanakan mahasiswa di lokasi KKN. Tulisan yang dimuat dalam artikel minimal sebanyak 12 lembar dan maksimal sebanyak 16 lembar. Adapun format penulisan artikel tersebut dapat diunduh di laman kkn.unm.ac.id

“Jadi pilih memang proker terbaik yang menurutmu bagus untuk dimuat di jurnal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arifin Manggau mengatakan artikel jurnal KKN yang telah disusun dapat diunggah ke laman Journal of Lepa-Lepa Open ojs.unm.ac.id/JLLO Artikel yang telah diunggah kemudian akan dinilai oleh tim reviewer Journal of Lepa-Lepa Open. Artikel yang memenuhi kriteria akan dipublikasikan secara online.

Arifin Manggau menilai pelaporan KKN dengan metode tersebut lebih efektif dibanding harus menulis portofolio.
“Supaya pelaporannya lebih efektif dan mahasiswa juga punya pengalaman menulis artikel ilmiah,” pungkasnya. (*)

*Reporter: Andi Dela Irmawati