Massa aksi membakar ban. Foto-Fadhil Profesi

PROFESI-UNM.COM – Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja akhirnya di sahkan menjadi Undang-Undang (UU) oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) pada 5 Oktober 2020 melalui rapat paripurna. Hal ini pun menjadi pro kontra di berbagai kalangan masyarakat khususnya serikat pekerja dan mahasiswa. Dari awal, draf yang diusulkan oleh presiden dan dibahas oleh DPR RI ini sudah menimbulkan polemik, mulai dari tidak dilibatkannya buruh dalam penyusunannya hingga dianggap tergesa-gesa dan cacat prosedur sehingga pembahasannya beberapa kali tunda.

Selain itu, isi dari draf ini dianggap lebih menguntungkan pengusaha dibanding buruh, dan juga akan menimbulkan banyak masalah seperti lingkungan yang akan terjadi ke depannya. Pembahasan UU kontroversial ini juga disorot karena disahkan di ujung tahun sama seperti pembahasan UU kontroversial tahun lalu yang juga menimbulkan demonstrasi besar-besaran.

Menanggapi hal tersebut, ribuan mahasiswa dan buruh di seluruh Indonesia menggelar demo penolakan, tak terkecuali Lembaga Kemahasiswaan (LK) di Universitas Negeri Makassar (UNM). Mereka bersama dengan beberapa kampus dan serikat pekerja menggelar aksi secara maraton di depan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan selama berhari-hari dimulai pada tanggal 6 Oktober 2020.

Puncak aksi yang berlangsung pada 8 Oktober 2020 yang di akhiri dengan kericuhan ini terjadi dikarenakan tuntutan massa aksi tidak mendapatkan respon seperti yang diharapkan serta juga ada oknum yang menjadi penyusup dalam aksi ini sehingga hal ini sempat membuat situasi menjadi panas antara mahasiswa dan pihak kepolisian, ada sekitar 200 orang massa aksi yang mendapatkan tindakan represif pada hari itu.

Berikut beberapa dokumentasi aksi yang dilaksanakan di depan gedung DPRD Provinsi Sulawesi Selatan lalu. Demonstrasi ini dinilai sebagai salah satu aksi mahasiswa Makassar terbesar selain aksi 24 September 2019 dan aksi pada tahun 1998. Serta menjadi salah satu catatan berharga pergerakan mahasiswa yang terjadi di akhir tahun 2020. (*)

Petaka
Ditangkap
Menghadang
Menyerang
Bersiap
Orasi
Bendera dan Spanduk

*Fotografer: Fadhil Aqilah dan Muh. Khadafy