WR III UNM, Sukardi Weda membuka webinar nasional LDK FSI RI UNM secara daring, Sabtu (5/12). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III), Sukardi Weda membuka Webinar Nasional Pemikiran Nasional bertajuk “Feminisme dan Kesetaraan Gender dalam Perspektif Islam” diadakan Lembaga Dakwah Kampus Forum Studi Islam Raudhatul ‘Ilmi (LDK FSI RI) UNM via Zoom Cloud Meeting dan Live Streaming di Channel Youtube, Sabtu, (5/12).

Sukardi Weda mengawali sambutannya dengan memberikan apresiasi dan dukungan webinar nasional diskursus feminisme yang menarik untuk dikaji, “Diskursus feminisme menarik untuk dikaji, terutama bagi generasi muda Islam, feminisme adalah gerakan yang menuntut persamaan hak bagi perempuan dan laki-laki,” ujarnya.

Lebih lanjut, Eks Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra ini juga menambahkan, feminisme yang lahir di barat dan telah menjadi bahan kajian dalam studi-studi Islam kontemporer, baik di barat maupun di dunia Islam, telah memberikan nuansa pemikiran terhadap feminisme, ada yang pro, dan ada pula yang kontra terhadap paham ini.

“Sebagai pemeluk Islam yang taat, tentu kita berlandaskan pada Al-Qur’an dan Sunnah dalam menjalankan syariat Islam, termasuk juga dalam bertutur dan berprilaku. Pertanyaanya kemudian, apakah feminisme selaras dengan ajaran Islam, untuk menjawabnya, mari menyimak materi yang disampaikan oleh ketiga narasumber dalam webinar,” ujarnya

Dalam sambutannya, Ketua Umum LDK FSI RI UNM, Akhmad Fajar mengatakan bagaimana mengedukasi feminisme dari pandangan Islam dan diskusi perlu disikapi dengan baik.

“Bagaimana kita mengedukasi dan mengkaji feminisme dari sudut pandang Islam serta mendiskusikan dengan baik dan berhati-hati,” ujarnya.

Webinar nasional pemikiran Islam ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Ustadz Tiar Anwar Bachtiar, Ustadz Henri Shalahuddin, dan Ustadz Akrama Hatta. (*)

*Reporter: Elfira