Terlihat genangan air di pintu masuk Kampus Gunung Sari UNM. Foto-Fikri Profesi

PROFESI-UNM.COM – Pembuatan pintu masuk sistem dua arah di Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Gunung Sari saat ini dalam proses pengerjaan. Jalan masuk itu rencananya akan dibuat sistem dua arah. Namun, pengerjaan jalan tersebut mengakibatkan genangan karena tidak mengalirnya air hujan, Rabu (2/11).

Hal tersebut diduga terjadi akibat tak disediakannya drainase sehingga air hujan tertampung di ruas jalan sebelah. Terkait dengan hal itu, M. Irham Setiawan yang merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi (HMPS Pendidikan Ekonomi) memberikan pandangan mengenai hal tersebut.

Pria yang akrab disapa Ikram itu mengaku sudah mengetahui tentang rencana sistem dua arah tersebut dan menyambut baik pembangunan yang dilakukan karena selama ini UNM membangun dari luar.

“Bagus ada progresnya UNM membangun dari dalam.
Kemarin-kemarin kan membangun yang diluar dulu katakanlah pagar”, jelas Ketua HMPS tersebut.

Saat ditanya mengenai genangan akibat pengerjaan jalan tersebut, Irham menuturkan bahwa mengapa pengerjaan itu tidak dilakukan jauh sebelum musim penghujan datang dan pengerjaan itu juga tidak memperhitungkan kondisi saat ini terlihat dari tidak disediakannya sistem drainase.

“Kenapa tidak na perhitungkan sekarang musim hujan, kenapa bukan dari bulan-bulan sebelumnya dilakukan pembangunan jalan. Harusnya sebelum musim hujan diselesaikan masalah drainase,” tuturnya.

Kendati tergenang, Irham mengaku pengerjaan jalan tersebut belum mengganggu akses masuk ke kampus Gunung Sari karena masih disediakannya jalur alternatif untuk masuk ke wilayah kampus.

“Kalau untuk saat ini saya perhatikan kawan-kawan yang masuk harus ambil haluan di jalan audit, untuk sementara belum mengganggu kecuali kalo tidak ada jalur alternatif baru mengganggu,” akunya.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi itu juga mengeluhkan genangan di fakultasnya yang tiap tahun terjadi setiap musim penghujan tiba, “Bicara soal genangan di FE masih banyak yang tergenang ketika musim hujan”, keluhnya.

Meskipun sudah ditaktisi oleh pihak kampus dengan menggali saluran air, nampaknya tak efektif terbukti dengan masih tergenangnya air tiap tahunnya.

“Ada mi iya na gali kembali saluran air yang tertimbun lumpur dari pembangunan rusunawa, tapi masih tergenang juga”, tutupnya.

*Reporter: Annisa Puteri Iriani