Tim PIMNAS dari FBS UNM. Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Budaya dan Religi adalah dua hal yang lekat di masyarakat. Maulid besar adalah bentuk refleksi membaurnya dua unsur tersebut, hal ini merupakan sebuah hal yang menarik untuk diteliti, Senin (30/11).

Magfira Aulia AM bersama timnya berhasil membawa prestasi di ajang bergengsi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-33 pada Program Kreativitas Mahasiswa Bidang penelitian Sosial Humaniora (PKM PSH) yang bertema ‘Maudu Lompoa (Maulid Besar) Benturan Budaya dan Religi Pada Masyarakat Keturunan Sayid di Takalar.

Fira sapaanya mengatakan bahwa dia dan timnya termotivasi mengangkat judul penelitian ini karena mengantisipasi adanya kemungkinan yang bisa mengancam budaya Maudi Lompoa.

“Meski demikian, didalam pelaksanaannya terdapat bentuk-bentuk benturan yang di khawatirkan mengganggu eksistensi Maudu Lompoa. Hal tersebutlah yang menjadi alasan kami mengangkat tema ini,” katanya.

Mahasiswa angkatan 18 FBS UNM ini juga berharap dengan adanya penelitian ini mampu menjadi solusi agar eksistensi Maudu Lompoa tetap lestari.

“Semoga dengan mengangkat tema dan mengetahui bentuk benturan yang terjadi, kita dapat mengantisipasi kemungkinan buruk di masa depan yang akan mengganggu eksistensi Maudu Lompoa sebagai budaya yang memberikan banyak impact di bidang ekonomi bahkan sosial di kabupaten Takalar,” jelasnya. (*)

*Reporter: Sumaya Nursyahidah/Editor: Kristiani Tandi Rani