Tim Pimnas UNM menggelar Workshop Virtual, Kamis (12/11). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Tim Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Workshop dengan menghadirikan pembicara dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sundani Nurono Soewandhi. Kegiatan berlangsung secara virtual, Kamis (12/11).

Workshop virtual ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UNM, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM, Wakil Dekan III masing-masing fakultas, dan seluruh peserta tim PIMNAS UNM beserta pembimbing masing-masing.

Dalam workshop tersebut, pembicara berbagi tips dan trik dalam menghadapi pertarungan di PIMNAS agar bisa menjadi pemenang. Guru besar ITB, Sundani menuturkan bahwa selama ini peserta mengedepankan emosi ketika presentasi di depan juri.

“Kesalahan terbesar mahasiswa dalam menyiapkan PKM ini adalah mereka hanya fokus memperbaiki presentasi. Padahal, PKM ini bukan hanya soal itu tapi harus mampu menghasilkan temuan menginsipirasi dengan produk yang unik dan bermanfaat,” pungkas Doktor jebolan Technische Universitat Carolo-Wilhelmina Zu Braunschweig, Jerman ini.

Ketua Panitia Tim PIMNAS UNM, Bahkrani Rauf mengaku optimis bisa membawa medali dalam kompetensi bergengsi dengan raihan 11 tim target juara.

“Kami membawa 11 tim dengan target juara, makanya kami harus benar-benar mempersiapkan semua dengan matang sebelum masuk arena,” cetus Ketua LP2M UNM ini.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNM, Sukardi Weda menuturkan bahwa dirinya akan berupaya untuk mendorong mahasiswa agar tidak minder dalam kompetisi ini.

“Saya membaca beberapa informasi, tahun lalu ada kampus yang hanya meloloskan 7 tim, tapi mampu mencapai puncak karena semua tim menyabet juara. Semoga ini menjadi inspirasi dari tim UNM untuk sama-sama menjadi pemenang,” harapnya.

Kali ini UNM mengirim 11 tim menuju Pimnas ke-33 yang akan diselenggarakan pada 24-29 November mendatang di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pimnas 2020 akan digelar pada 24 hingga 29 November 2020 mendatang secara daring dan luring. Dalam babak final tahun ini ada 625 tim dari 101 perguruan tinggi di Indonesia. Disaring dari tidak kurang 65.000 tim melalui serangkaian penilaian dan mendapat dana hibah penelitian, dan mereka akan berkompetisi memperebutkan 217 medali. (*)

*Reporter: Andi Dela Irmawati