Mini Konser FPR Sulsel di bawah Fly Over. Rabu (11/11) Foto: Fadhil (Profesi)

PROFESI-UNM.COM – Aliansi Front Perjuangan Rakyat (FPR) Sulawesi Selatan menggelar aksi dengan tuntutan pembebasan mahasiswa korban salah tangkap, aksi tersebut digelar di bawah Flyover Jalan Urip Sumiharjo, Kota Makassar, Rabu (11/11).

FPR menganggap bahwa penangkapan yang sewenang-wenang tanpa bukti yang kuat terhadap mahasiswa tersebut merupakan kriminalisasi dan pihak kepolisian melakukan tindakan represif terhadap massa aksi.

Salah satu mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Ijul merupakan salah satu korban yang ditangkap dengan dalih terlibat pembakaran mobil ambulans di depan menara Pinisi UNM pada 22 Oktober 2020 yang lalu.

Menurut Humas FPR, Awaluddin mengatakan bahwa Ijul dan beberapa orang salah tangkap lainnya seharusnya sudah dibebaskan karena bukti yang kepolisian miliki tidak akurat.

“Ijul dan kawan kawan salah tangkap seharusnya sudah dibebaskan karena bukti yang di miliki kepolisian tidak memadai , ini sudah hampir 2 minggu ditahan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa FPR Sulawesi Selatan sudah memiliki bukti yang sangat memadai, kalau kawan Mahasiswa UNM, Ijul tidak bersalah

“FPR sudah memliki beberapa bukti untuk proses pra peradilan bahkan sampai pengadilan “

Lebih jauh, Awaluddin menganggap bahwa aparat kepolisian tidak menjalankan fungsinya dalam mengayomi dan mengamankan masyarakat (*)

*Reporter: Tito Koes Herdianto/Editor: Muhammad Resky