Aliansi Mahasiswa UNM menggelar aksi di Pinisi, Jumat (6/11). Foto-Nisa Profesi

PROFESI-UNM.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi di depan Gedung Pinisi di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, (6/11).

Aksi ini diikuti sekitar 100 orang mahasiswa yang terdiri dari BEM FIS UNM, BEM FMIPA UNM, BEM FE UNM, dan BEM FIP UNM yang tergabung menjadi Aliansi Mahasiswa UNM.

Aksi ini membawa beberapa tuntutan, yaitu:

  1. Stop kriminalisasi aparat kepolisian terhadap massa aksi.
  2. Tolak sentralisasi kebijakan Presiden RI.
  3. Penyusunan Omnibus Law Cipta Kerja cacat secara profesional.
  4. Hentikan perampasan lahan tanah.
  5. Bebaskan Ijul dan korban salah tangkap lainnya.

Muhammad Imam Syah, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mengatakan bahwa UU Cipta Kerja yang telah disahkan agar segera di cabut karena tidak sesuai dengan aspirasi dan kebijakan masyarakat karena bertimpangan dan juga mengenai tindakan represifitas dari aparat kepolisian.

“Kami ingin Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disahkan oleh Presiden RI segara dicabut karena sangat tidak sesuai dengan aspirasi serta kebijakan masyarakat yang timpang,” ujarnya.

Terakhir, Dia mengatakan bahwa jika aksi mereka tidak digubris oleh Pimpinan kampus, maka para demonstran akan menggelar aksi berikutnya yang lebih besar lagi.

“Jika aksi ini tidak dicabut maka akan dilakukan lagi aksi-aksi selanjutnya. Adapun penangkapan aktivis-aktivis mahasiswa UNM oleh aparat kepolisian yang tidak mendasar yang menyebabkan meredamnya aksi yang dilakukan kemarin,” tutupnya. (*)

* Reporter: Annisaalifa Annisyul/Editor: Ema Humaera

Share and Enjoy !

0Shares
0 0