PMP ke-23 secara resmi ditutup, Minggu (25/10). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Pelatihan Metedologi Penelitian (PMP) yang ke-23 yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Penalaran Universitas Negeri Makassar (UNM) secara resmi ditutup secara luring di Gedung Bahasa Arab UNM dan daring melalui aplikasi Zoom. Minggu, (25/10).

Kegiatan penutupan ini secara resmi ditutup oleh Pembina UKM LPM Penalaran UNM Periode 2019/2020, Fitrah A. Darmawan. Dalam sambutannya, Dia mengungkapkan harapannya kepada peserta PMP agar tetap ingin melanjutkan berproses lebih jauh di LPM Penalaran UNM, khususnya bisa maju pada tahap Orientasi Manajemen Keorganisasian (OMK).

“Penalaran itu intinya ada di proses. Saya harap kalian bisa menjalani proses dengan baik, gali ilmu sebanyak-banyaknya. Dan pada proses selanjutnya tetap semangat. Karena hasil tidak akan menghianati proses,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum UKM LPM Penaaran UNM, Muh Mahfud membeberkan harapannya terhadap para peserta PMP ke-23 untuk tertib melaksanakan tugas dan arahan para panitia pelaksana serta panitia pengarah maupun mentor dengan baik.

“Proses untuk selanjutnya akan lebih berat. Tapi dengan semangat dan arahan dari mentor kalian pasti bisa. Jangan pernah lelah karena orang hebat itu tidak datang dari proses yang kecil,” bebernya.

Di sisi lain, Andi Nurwahida yang merupakan salah satu peserta PMP ke-23, mengaku siap melanjutkan ke tahap selanjutnya. Dia mengatakan bahwa tahap PMP saja sudah banyak ilmu baru yang didapatkan dan pada tahap-tahap lainnya.

“Terlebih di bidang penelitian. Kemudian kita terus termotivasi untuk meneliti dan menjadi peneliti, karna pemateri biasanya sangat mendorong kita yg di tahap PMP untuk tidak menyerah. Intinya bagus kak,” akunya. (*)

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan

Share and Enjoy !

0Shares
0 0