Penyuluhan dan Pelatihan PKM-M UNM mengenai bahaya akan pembakaran jerami pada tanggal 11 September di Dusun Labulawang, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Kabuptaen Luwu, (23/9). Foto-Ist
Penyuluhan dan Pelatihan PKM-M UNM mengenai bahaya akan pembakaran jerami pada tanggal 11 September di Dusun Labulawang, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Kabuptaen Luwu, (23/9). Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Tim PKM-M Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan penyuluhan secara daring melalu aplikasi Zoom mengenai bahaya akan pembakaran Jerami pada tanggal 11 September di Dusun Labulawang, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, (24/9).

Tim PKM-M tersebut diketuai oleh Arman Usman yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) dan dianggotai M. Nur Farid dari prodi yang sama, serta Iftita Islamia Fatima dari Prodi Manajemen dan Nur fadilla dari Prodi PKK-Busana Fakultas Teknik (FT).

Pada hari pertama kegiatan, masyarakat diberikan penyuluhan mengenai bahaya dan dampak pembakaran jerami dengan judul materi ‘Stop Pembakaran Jerami’ yang dibawakan oleh Arman selaku ketua tim PKM-M.

Selain penyuluhan bahaya akan pembakaran jerami, turut berikan pula pelatihan pemanfaatan jerami menjadi aneka Bantal kepada Ibu rumah tangga di daerah setempat dibawakan oleh Farid dan Nurfadillah serta materi mengenai ‘Kiat-kiat Brand dan Pemasaran Produk’ dibawakan oleh Iftita Islamiyah yang dimaksudkan produk yang dihasilkan seperti bantal dapat dijadikan sebagai produk wirausaha.

Arman Selaku ketua tim menuturkan,setiap pasca panen di dusun ini, sisa dari batang padi atau Jerami pasti dibakar oleh masyarakat karena mereka beranggapan bahwa abu sisa pembakaran jerami bisa menyuburkan tanah, padahal hal tersebut keliru dan salah menurut Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Kementerian Pertanian.

“Setiap pasca panen di dusun ini sisa dari batang padi atau Jerami pasti dibakar oleh masyarakat karena mereka beranggapan bahwa abu sisa pembakaran jerami bisa menyuburkan tanah, padahal hal tersebut keliru,” tuturnya.

Sejalan dengan Arman, Farid selaku anggota tim juga mengatakan, tujuan program ini dibuat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat setempat agar berhenti membakar jerami dan menjadiknnya produk bernilai guna dan ekonomis.

“Program ini bertujuan agar menumbuhkan kesadaran masyarakat setempat untuk tidak lagi membkar Jerami, namun bisa didevirisifikasi menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomis,” ujar Farid salah satu anggota TIM PKM-M

Program yang dibimbing oleh Hajrah Hamzah tersebut dilakukan selama dua hari dan berjalan dengan lancar serta mendapat respon antusias yang sangat besar dari para ibu rumah tangga selama mengikuti proses penyuluhan dan pelatihan ini.

Terakhir, Iftita sebagai anggota tim PKM-M berharap setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan masyarakat diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapatkan.

“Semoga setelah penyuluhan dan pelatihan ini, masyarakat daerah setempat dapat mengaplikasikan materi yang di terima dan mengurangi pembakaran jerami di Dusun Labuwang,” tutupnya. (*)

*Reporter: Annisa Puteri Iriani

Share and Enjoy !

0Shares
0 0