Pelaksanaan sekolah mitigasi bencana dengan pemberian pelatihan Tanggap Bencana kepada siswa SMP di desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, (18/9). Foto:-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Mahasiswa Jurusan Geografi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) membuat Sekolah Mitigasi Bencana sebagai Program Kerja (Proker) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Desa Lassang Barat Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Jumat, (18/9).

Sekolah mitigasi bencana tersebut dibuat karena pengetahuan masyarakat tentang memitigasi bencana sangatlah kurang. Program tersebut menargetkan Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari kelas 8 dan kelas 9 yang tinggal di Desa Lassang Barat untuk diberikan pelatihan tanggap bencana.

Syahrim Aidin selaku Koordinator Desa (Kordes) di wilayah tersebut menuturkan bahwa mereka menargetkan siswa SMP karena anak-anak muda zaman sekarang harus punya bekal pelatihan tanggap bencana.

“Saya berfokus ke siswa SMP yang ada di Desa Lassang Barat ini untuk Proker kami karena anak-anak muda sekarang harus punya bekal tentang hal seperti itu, jangan sampai di luar daerah nanti mereka tidak tau mengatasi bencana,” tuturnya.

Ia juga menambahkan pemberian pelatihan tersebut penting agar siswa punya bekal untuk pra-bencana, saat terjadinya bencana, dan pasca-bencana.

“Di situ mereka dibekali ciri-ciri sebelum terjadinya suatu bencana, misalkan banjir. Dan juga bagaimana kita menanggapi bencana tersebut agar dia tidak kaget, kemudian pasca bencana bagaimana pembangunan intfrastrukturnya,” tambahnya.

Lebih lanjut Syahrim Aidin menjelaskan, siswa sangat menyimak pelatihan tersebut karena beberapa dari mereka pernah terkena dampak banjir.

“Sangat menyimak karena mereka itu ada beberapa yang pernah terkena dampak banjir jadi keingin tahuannya sangat tinggi untuk itu,” ucapnya.

Kelompok penyelenggara sekolah mitigasi bencana ini terdiri dari 5 orang yakni Syahrim Aidin selaku Kordes, Nur Reski, Miftahul Jannah, Sukma Fira Nakul, dan NurLaila A.Tikuliling.

Sekolah mitigasi bencana tersebut rencananya akan mengadakan enam kali pertemuan untuk pelatihan tanggap bencana.

*Reporter: Annisa Puteri Iriani

Share and Enjoy !

0Shares
0 0