Pers Mahasiswa mengecam atas tindakan intimidasi terhadap jurnalis Indonesia, Minggu (12/9). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Menanggapi kasus pembungkaman terhadap Pers Mahasiswa (Persma) di Makassar, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Dewan Kota (PPMI DK) Makassar, Fredy ikut berkomentar.

Ia mengatakan, rezim yang berkuasa dari dulu hingga sekarang memiliki efek dalam pembungkaman demokrasi di Indonesia

“Semakin kesini, rezim yang berkuasa, punya efek penting dalam proses-proses pembungkaman demokrasi dalam arti bisa menekan, mengintervensi rektor melalui aturan-aturan dan sebagainya,” ucapnya, Minggu, (13/9).

Lebih lanjut, saat diwawancarai oleh jurnalis LPM Profesi UNM, mahasiswa dari Delegasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Liberatum ini juga mendukung untuk tidak mundur atas tindakan penyerangan yang dilakukan OTK di Redaksi LPM Profesi UNM.

“Terkait untuk perkembangan kawan-kawan di LPM Profesi itu jangan mundur, jangan takut selama yang diberitakan itu kebenaran dan dapat dipertanggugjawabkan, bukan asal-asal buat. Yah tetap maju, kita sama-sama tetap bersolidaritas,” akunya.

Terakhir, mahasiswa dari Universitas Atma Jaya Makassar ini juga berharap agar kasus pembungkaman terhadap Pers Mahasiswa tidak dibiarkan dan harus ditindaki tegas oleh birokrasi masing-masing kampus.

“Harapan untuk kasus pembungkaman demokrasi, jurnalisme Pers Mahasiswa di dalam kampus. Birokrasi kampus harus punya iktikad baik untuk menyelesaikan masalah. Jangan sampai masalah-masalah ini dianggap sepeleh dan dibiarkan secara terus-menerus sampai bola salju yang akan bom waktu pada waktunya,” harapnya. (*)

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan

Share and Enjoy !

0Shares
0 0