Pers Mahasiswa mengecam atas tindakan intimidasi terhadap jurnalis Indonesia, Minggu (12/9). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Kasus tindakan pelemparan batu di Redaksi LPM Profesi, penagkapan 3 Pers Mahasiswa (Persma) di Kepulauan Kodingareng merupakan kasus intimidasi para jurnalis di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia Dewan Kota (PPMI DK) Makassar, Fredy mengecam tindakan pembungkaman terhadap para Pers Mahasiswa.

Ia mengecam atas pembungkaman dan penangkapan terhadap Pers Mahasiswa Unit Penerbitan dan Penulisan Mahasiswa (UPPM) Universtas Muslim Indonesia (UMI).

“Pembugkaman pada Pers Mahasiswa UPPM UMI itu sangat brutal karena bukan cuman pembungkaman secara kelembagaan tapi teror-teros pribadi pun sempat didapat,” kecamnya, Minggu, (13/9).

Terakhir, pria kelahiran 1995 ini mengatakan, PPMI DK Makassar akan mengawal terkait kasus pembungkaman Pers Mahasiswa, baik secara hukum dan non hukum.

“PPMI DK Makassar akan tetap mengawal baik itu secara litigasi dan non litigasi terkait hal ini. Makanya kita pressure, kita tetap angkat berita yang kita kawal sendiri,” harapnya.

Pers Mahasiswa Kota Makassar juga mengecam tindakan intimidasi yang dialami oleh UPPM UMI, UKPM Unhas, kasus penyerangan Redaksi LPM Profesi UNM, mengecam tindakan brutal Polairud Polda Sulsel, penangkapan Persma dan nelayan serta mendukung perjuangan warga Bara-Barayya dan Kepulauan Kodingareng.

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan

Share and Enjoy !

0Shares
0 0