Pengurus dan warga sedang berjaga di depan Redaksi LPM Profesi UNM, Senin (6/9). Fotp-Dok. Profesi.

PROFESI-UNM.COM – Otak pelaku penyerangan Redaksi LPM Profesi UNM, pada Sabtu (5/9) dini hari, perlahan mulai terkuak. Dari sejumlah penelusuran informasi dan beberapa indikasi yang ditemukan, pelaku dan otak kriminal ini diduga kuat adalah mahasiswa.

“Informasi terbaru yang kami terima, memang ada sekelompok mahasiswa semalam yang mencari-cari sekretariat kami pada malam harinya (4/9) sebelum peristiwa penyerangan,” ungkap Pemimpin Umum LPM Profesi, Muh. Sauki.

“Kami tidak mengada-ada, karena informan kami ini adalah salah satu orang yang sebetulnya diajak untuk ikut menyerang, tapi dia menolak,” tegasnya.

Selain itu, Sauki juga menjelaskan, dugaan kuat saat ini, jika motif utama penyerangan disebabkan tidak terima dengan pemberitaan Tabloid Profesi Edisi 242.

“Kami tidak habis pikir, sebagai orang yang intelektual cara mereka menyerang sungguh tidak elegan,” jelas mahasiswa Fakultas Teknik ini.

Padahal, menurut Sauki, Profesi tetap mengedepankan prinsip kejurnalistikan dalam menjalankan tugasnya. Seperti, tetap terbuka dan menerima hak jawab dari orang-orang yang merasa dirugikan atas pemberitaan.

“Jadi sebetulnya kami sudah kantongi nama-nama pelaku dan otaknya tapi kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan tak mau membeberkan dulu identitas aslinya,” ujar Sauki.

Lanjut, Ia mengatakan bahwa jika tindakan ini tidak ditegasi dengan serius. Maka, kemungkinan para OTK tersebut akan meneruskan tindakannya.

“Kami pun yakin, kalau tindakan ini tidak ditegasi secara serius, mungkin mereka masih akan meneruskan tindakan. Mungkin denga pola lain seperti intimidasi personal. Tapi kami tegaskan, kami tidak takut,” tegas Sauki.

Ia pun masih membuka ruang komunikasi dan koordinasi kepada terduga pelaku, untuk meminta maaf secara langsung.

“Tapi kalau tidak ada etikad baik, kami pun akan tempuh jalur hukum sampai tuntas. Kami sudah melapor ke pihak kepolisian,” ucapnya.

Terakhir, Ia mengatakan akan memperjuangkan nama baik universitas dan kejadian ini bukan hanya mengancam LPM Profesi, tetapi seluruh Lembaga Kemahasiswaan di UNM

“Yang kami perjuangkan bukan cuma nama lembaga kami, tapi sekaligus nama baik institusi kampus. Apa jadinya UNM yang akreditasi A, tapi orang-orangnya masih memelihara tindakan kampungan kriminal seperti ini. Dan perlu diingat, kejadian ini bukan cuma mengancam LPM Profesi, tapi seluruh Lembaga Kemahasiswaan di UNM,” pungkasnya. (*)

*Reporter: Dewan Ghiyats Yan Galistan

Share and Enjoy !

0Shares
0 0