Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud RI, Ainun Na'im, Jumat (14/8). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI)  menggelar konferensi pers untuk menyampaikan arahan secara daring bersama Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Jumat, (14/8).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud RI, Ainun Na’im yang hadir dalam konferensi pers daring tersebut menyampaikan bahwa Kemendikbud RI sementara sedang memproses kebijakan-kebijakan baru terhadap pemberian kuota bagi mahasiswa, siswa, guru dan dosen.

“Kementerian dalam rangka menjaga dan mempertahankan proses belajar mengajar supaya tidak ada lost of learning, kita sedang memperoses kebijakan-kebijakan baru mengenai alokasi ataupun pemberian kuota untuk mahasiswa, siswa, guru, dan dosen yang sekarang sedang kita godok dan mudahan-mudahan nanti dapat kita koordinasikan bersama,” ucapnya.

Ainun Na’im juga menyampaikan harapannya agar selama proses pemutusan kebijakan pemberian kuota ini agar tidak terjadi tumpang tindih antara apa yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi negeri dengan yang dilaksanakan pemerintah pusat.

“Adapun dalam proses pembahasan kebijakan ini Kemendikbud RI berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, pusat data dan informasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Lanjut, Ainun Na’im juga sempat menyampaikan harapan-harapan dan motivasinya kepada para peserta SBMPTN,”Bagi masyarakat dan adik-adik yang mengikuti seleksi, selamat bagi yang sukses, dan semuanya sebenarnya sukses hanya saja mungkin caranya yg berbeda-beda. Bagi yang belum berhasil di kesempatan sekarang masih ada kesempatan lebih lanjut dan itu tidak hanya di PTN   dan PTS saja. Selain itu, kementerian juga akan sangat memerhatikan kualitas pendidikan baik di PTN atau PTS tersebut,” akunya.

Terakhir, Sekjen Kemendikbud RI ini juga menyampaikan imbauannya kepada PTN dan PTS yang masih akan melaksanakan seleksi dengan model lain agar perlu memerhatikan aspek efisiensi dan efektifitas sehingga penggunaan skor UTBK masih memungkinkan untuk dipertimbangkan bersama dengan variabel-variabel lainnya. (*)

*Reporter: Khuznul Khotimah/Editor: Dewan Ghiyats Yan Galistan

Share and Enjoy !

0Shares
0 0