Pelepasan tim Pimnas, Selasa (28/7). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Proposal ¬†yang berjudul ‘Taman Pembangkit Listrik’ berhasil lolos Insentif Gagasan Furistik Konstruktif (GFK), Proposal ini dibuat oleh dua orang mahasiswa yakni Muh. Said dan Muh. Jurais dengan tema ‘Bermain dan Berolahraga untuk Mengurangi Penggunaan Pembangkit Listrik yang Berdampak Negatif bagi Kesehatan dan Lingkungan’, Selasa, (28/7).

Berawal dari keinginan untuk menguji kemampuannya dalam bidang videografi, Said sapaanya mengungkapkan bahwa ini merupakan salah satu motivasinya untuk mengikuti kegiatan Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM)

“Awalnya saya memilih ikut dibidang PKM GFK ini itu untuk mencari tahu apakah kemampuan saya di bidang videografi itu sudah tergolong baik,” ungkapnya.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) inipun menuturkan bahwa judul pada proposalnya sekarang ini merupakan hasil koreksi dari judul pertama, karena menurut pemateri Workshop Proposal PKM FIP Universitas Negeri Makassar (UNM) judul yang diajukan tidak futuristik.

“Namun, judul pertama tersebut kemudian mendapat komentar dari pemateri Workshop Proposal PKM FIP UNM karena dianggap tidak futuristik,” tuturnya.

Lanjut, Ia juga membeberkan bahwa telah mengganti anggota tim karena alasan pindah Program Studi (Prodi) , “Lalu setelah itu saya menyusun judul baru, serta mengganti satu anggota tim yaitu Muh. Ikram digantikan oleh Muh. Jurais karena tahun ini harus ada lintas prodi,” bebernya.

Tak hanya sampai disitu, Ia mengatakan bahwa masalah yang dihadapi tim ini masih berlanjut dan dihadapkan dengan masalah judul proposal yang masih saja dikritik dengan alasan yang sama.

“Tim kami mendapat kritikan yang, bahwa judul kami kurang futuristik, semestinya gagasannya itu harus yang cuma bisa dicapai puluhan tahun kemudian,”katanya.

Terakhir, Ia mengatakan dengan bermodal kepercayaan dan keyakinan yang didasarkan dari hasil bacaannya mengenai pedoman PKM GF, Ia akhirnya yakin bahwa judulnya ini sudah sesuai tujuan PKM GFK, sehingga Ia tetap menggunakan judul yang telah direvisi ini.

“Tapi meskipun telah mendapatkan kritikan seperti itu, saat itu saya sudah yakin, insya Allah kalau judul ini sudah termasuk judul yang sesuai tujuan PKM GFK,” akunya. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A / Editor: Dewan Ghiyats Yan Galistan