LK se-UNM menggelar aksi di depan Menara Pinisi, Senin, (20/7). Foto-Dewan Profesi.

PROFESI-UNM.COM – Setelah dialog terbuka dibatalkan karena ketidakhadiran Wakil Rektor Bidang Akademik (WR I) dan Wakil Rektor Bidang Administrasi dan Keuangan (WR II) Lembaga Kemahasiswaan (LK) se- Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi menuntut subsidi UKT secara general. Aksi tersebut berlangsung di Menara Pinisi, Senin, (20/7).

Dalam orasinya, Mensospol BEM UNM, Risal Apandi kembali meminta agar pimpinan kampus bisa memberikan transparansi anggaran. Menurutnya, transparansi anggaran ini sebelumnya juga sudah dijanjikan, tapi hingga saat ini belum juga diberikan.

“Banyak anggaran yang tidak digunakan, kita meminta transparansi anggaran. Namun, sampai sekarang belum diberikan sampai sekarang,” katanya.

Risal juga menyinggung status BLU UNM. Status yang saat ini disandang seharusnya membuat UNM bisa transparan terkait anggaran. Ia membeberkan, jika sampai saat ini pimpinan tidak transparan, berarti ada indikasi korupsi di dalamnya.

“Status kita status BLU seharusnya transparan dan akuntabel, apakah UNM merahasiakan sesuatu di anggaran. Tidak ada transparansi sama dengan indikasi korupsi,” bebernya. (*)

*Reporter: Muh. Sauki Maulana