Tiga peserta Bestra FBS UNM yang lolos ke KBKM, Selasa, (7/7). Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Lembaga Seni dan Budaya Bengkel Sastra (Bestra) Fakultas Bahasa Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) berhasil lolos ke tingkat regional dalam kegiatan Kemah Budaya (KBKM) 2020, Selasa, (7/7).

Kegiatan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemindikbud) ini merupakan platform kerja budaya yang menghimpun kaum milienal yang berusia antara 18 sampai dengan 25 tahun, yang bertujuan untuk menjawab berbagai tantangan pemajuan kebudayaan dengan memanfaatkan kekayaan wawasan di bidang Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematics (STEAM).

Pendaftaran yang dimulai pada 26 Maret hingga 29 Juni 2020 mengumpulkan sebanyak 2.810 peserta dari seluruh Indonesia, yang kemudian dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok pertama yaitu kategori aplikasi sebanyak 391 kelompok dan kategori prakarya sebanyak 285 kelompok.

Peserta yang lolos dari Sulawesi Selatan hanya sebanyak 48 tim untuk aplikasi dan 36 tim untuk prakarya, dan salah satu kelompok yang berhasil lolos ke tahap selanjutnya merupakan mahasiswa dari Lembaga Seni dan Budaya Bestra FBS UNM.

Pada kategori prakarya baju kaos khusus usia 5-12tahun, dengan mengangkat tema ‘Budaya Pangkep Sul -Sel sebagai upaya memperkenalkan budaya pada anak-anak’, Bestra berhasil lolos ketahap selanjutnya yaitu ketahap regional, dengan beranggotakan tiga orang, yaitu Agus berperan sebagai ketua kelompok, serta Muhammad Mursyid Rahman dan Nur Rahma sebagai anggota.

Saat ditanya mengenai motivasi untuk mengikuti kegiatan ini, Agus selaku ketua mengatakan bahwa tidak ingin dibekukan oleh keadaan pandemi saat ini, sehingga dengan adanya KBKM ini Bestra ingin meluapkan karya-karyanya yang bertujuan juga untuk upaya mengkampanyekan budaya lokal sejak dini.

“Di masa pandemik ini kita tidak boleh dikalahkan oleh keadaan, Kemendikbud memberikan kita peluang untuk terus produktif dan kreatif jadi program KBKM ini sangat cocok untuk kebutuhan anak muda yang masih terus ingin berkarya,” katanya.

Selanjutnya, pemenang tingkat regional akan berkompetisi di tingkat nasional di Jakarta pada bulan Oktober bersamaan dengan Penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional. Para pemenang akan memperebutkan total hadiah uang sebesar Rp. 604.000.000, sebagai apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (*)

*Reporter: Annisa Asy Syam. A
Editor: Dewan Ghiyats Yan Galistan

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0