Mahasiswa UNM menggelar aksi di depan Menara Pinisi. Foto-Sauki.

PROFESI-UNM.COM – Anjloknya perekonomian di tengah pandemi Covid-19 mengakibatkan mahasiswa kesulitan untuk membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), ditambah sistem perkuliahan pada semester depan akan tetap dilaksanakan secara daring dan menambah beban bagi mahasiswa. Maka dari itu, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menyuarakan gerakan Mogok Bayar UKT, Kamis, (2/7).

Lembaga Kemahasiswaan (LK) Se-UNM mengancam akan menggelar aksi maraton selama satu minggu kedepan apabila pihak kampus tidak melirik tuntutan mereka terkait pemberian subsidi UKT kepada mahasiswa UNM secara general.

Mensospol BEM UNM, Risal Apandi mengatakan gerakan mogok bayar UKT dilakukan sebagai bentuk penolakan LK se-UNM terkait pembayaran UKT sebelum pihak rektorat memberi kejelasan tentang subsidi UKT mahasiswa.

“Perihal mogok bayar UKT, itu sebagai bentuk penolakan kami di LK se-UNM untuk melakukan pembayaran ukt sebelum adanya kejelasan tentang subsudi UKT mhs,” katanya.

Ia pun menambahkan bahwa sampai saat ini pihak rektorat tidak memberikan kejelasan terkait subsidi UKT mahasiswa.Namun, LK se-UNM akan terus berusaha memperjuangkan hak mahasiswa sampai menemui titik kejelasan.

“Terkait subsidi UKT mahasiswa sampai saat ini belum mendapat kejelasan. sampai saat ini, pihak rektorat tak mau membuka ruang untuk melakukan dialog terbuka dengan mahasiswa, ” tambahnya.

*Reporter: Ema Humaera/Editor: Dewaan Ghiyats Yan Galistan