LK UNM melakukan aksi di depan Pinisi UNM. Foto-Sauki.

PROFESI-UNM.COM – Sudah dua hari berturut-turut Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-UNM menggelar aksi. Namun, di setiap aksinya Rektor UNM tak kunjung turun untuk menemui mahasiswa, Rabu, (1/7).

Salah satu demonstran, dalam orasinya menganggap, jika rektor enggan untuk menemui mahasiswanya berarti bisa dikatakan Ia sudah mati.

“Saya hari ini bisa mengucapkan innalilahi rajiun untuk rektor, karena hingga saat ini ia tak pernah turun untuk temui kita,” katanya.

Lebih lanjut, kebijakan yang selama ini dikeluarkan UNM masih tidak berimbang. Ia menganggap, kebijakan pemotongan UKT untuk mahasiswa semester sembilan memang sudah sepantasnya untuk diberikan.

“Kebijakan itu sudah sepantasnya diberikan. Namun bagaimana nasib kami yang berada di bawah semester itu, kami mau pemotongan secaa general,” bebernya.(*)

*Reporter: Muh. Sauki Maulana