Foto bersama setelah pembukaan PKM pembuatan masker dari perca kain. (Foto: Ist)

PROFESI-UNM.COM – Dosen Pendidikan Kesejahteraan keluarga (PKK) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) melatih Ibu Rumah Tangga (IRT) membuat masker dari perca kain guna mencegah penularan virus corona. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Mario Riawa Kabupaten Soppeng, Rabu (13/5).

Adapun judul PKM ini yaitu, ‘PKM Kelompok Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Memanfaatkan Perca Kain untuk Pencegahan Penyakit Virus Corona’.

Salah satu anggota tim, Hamidah Suryani mengatakan pada pelatihan tersebut mereka mengajarkan cara menjahit beberapa model masker yang aman digunakan dengan varian yang memiliki ruang tisu.

Tak hanya model masker yang beragam, model talinyapun beragam dan disesuaikan dengan pengguna serta pemasangan talinya menggunakan bahan yang berbeda sesuai dengan bentuk masker,


“Model-model masker yang dihasilkan ada yang berbentuk persegi dilipit-lipit, ada pula yang berbentuk scuba. Sedangkan untuk pemasangan tali, ada yang menggunakan karet baby elastis maupun yang menggunakan tali berbentuk bisban dari bahan perca kain dengan bentuk earloop dan headloop,” katanya.

Selanjutnya, Ia juga menjelaskan bahan dari perca kain tersebut dapat menghambat dan mencegah 70% penyebaran virus corona, apabila dibuat dengan bahan yang sesuai dengan standar protokol kesehatan COVID-19.

“Dibuat dengan mempertimbangkan segi ketebalan pembuatannya maupun jenis kain yang telah terseleksi,” lanjutnya.

Sehubungan dengan itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Bakhrani A. Rauf menyampaikan bahwa kegiatan yg dilakukan Dosen Pengabdian Masyarakat dari jurusan PKK melalui LP2M ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam mengembangkan keterampilan IRT.

“Dengan memanfaatkan keterampilan menjahit ibu-ibu rumah tangga maka pelatihan ini sangat berguna untuk menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam membuat masker dari perca kain. Hasil dari menjahit masjer ini juga dapat menjadi penghasilan tambahan untuk Ibu-ibu,” jelasnya.

Adapun tim pelaksana kegiatan ini yaitu, Hamidah Suryani, Irmayanti, dan Syarifah Suryana.(*)

*Reporter: Ratu F. A.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0