Enaldi, mahasiswa Prodi Administyrasi Bisnis FIS UNM. (Foto: Ist)

Salam cinta dan kasih saya ucapkan atas terpilihnya kembali Ayahanda Prof. Dr. Husain Syam. M. TP. di gelanggang pertarungan Rektor beberapa waktu lalu. Sebuah kemenangan telak menghantarkan kembali untuk memegang kendali kemudi Phinisi. Sudah kuduga tidak akan ada lawan yang berarti, beberapa prediksi yang akan menjadi penantang tangguh beliau kalah sebelum bertarung.

Pria yang akrab disapa Uceng sewaktu kecil ini sedikit banyak menorehkan prestasi. Tidak ada yang menduga lewat tangan dinginnya Universitas Negeri Makassar (UNM) terakreditasi (A) oleh BAN-PT ditengah kondisi beberapa gedung mangkrak dan sarana prasarana yang masih kurang mendukung serta beberapa hal lainnya yang kita ketahui bersama. Kurang hebat apa lagi beliau, dikumudinya juga Universitas Negeri Makassar bermigrasi dari satuan kerja (SATKER) ke badan layanan umum (BLU). Februari lalu pada saat konferensi pers ia berjanji untuk mewujudkan UNM menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Hukum (BH). Menilik track record Rektor dua periode ini akan tidak sulit untuk melabuhkan layar di dermaga PTN BH. Sebagai penumpang kapal tentu kita berharap sebelum berlabuh kapal ini dibenah dulu, bukan hanya interior luarnya saja yang dibuat megah dan dipoles menarik agar kami tak merasa khawatir kapal ini akan karam ditengah lautan. Banyak hal yang harus dibenah Capt, interior dalam kapalmu perlu direstorasi dan diupgrade.

Sudah cukup Kapten Universitasnya Akreditasi A yang selalu dibanggakan namun kelas masih rasa ekonomi. Bagaimana mungkin ruang perkuliahan yang sudah over kapasitas sehingga harus berebut oksigen dalam ruangan bisa efektif dalam proses belajar mengajar, yang ada malah suntuk dan berfikir UKT sudah mahal tapi fasilitas yang didapatkan kok begini. Belum lagi ketika musim penghujan datang kampus berubah bak kolam empang yang berwarna cokelat dan tentu merendam beberapa ruang perkuliahan. Lahan parkir kendaraan dibebarapa Fakultas seperti yang ada sektor Gunung Sari dan lainnya sudah jauh dari kata memadai dan amburadul. Parahnya ketika momentum wisuda lahan parkiran dipenuhi oleh pedagang kaki lima menjajakan dagangan yang tidak diatur dengan baik.

Nampak luar pagar yang kokoh namun sampah berserakan didalam, seperti ini kondisi yang ada dibebarapa Fakultas dan sudah menjadi permasalahan klasik. Kebersihan kampus tidak begitu mendapatkan perhatian serius, sampah dibiarkan menumpuk begitu saja sehingga terlihat kumuh dan jorok. Tolong Prof, entah perosalan ini ada ditataran Universitas atau Fakultas mohon kiranya untuk ditindak lanjuti, jangan cuma cantik karena menara Phinisinya, luar dalam dong harusnya.

Gedung mangkraknya apa kabar. Pondasi gedung yang di FIS, gedung pencakar langitnya di FE dan FMIPA, laboratorium yang ada di Fakultas Teknik dan satu lagi gedung tingginya di Pasca Sarjana. Itu semau akan dibiarkan begitu saja atau memberi harap yang tak kunjung ditunaikan. Mahasiswanya setiap tahun kian bertambah namun nihil perbaikan dan penambahan saran prasarana kampus. Acap kali mahasiswa harus berebut ruang perkuliahan, perkuliahan dipindahkan keperpustakaan, kuliah digedung bahasa arab, fakultas dan dikoridor ruangan. Kami paham ini alternatif sementara, tapi sampai kapan kondisi seperti ini akan berakhir.

Kebebasan berpendapat didalam kampus jangan dikebiri, demokrasinya jangan dimiskinkan, prestasi kampusnya diperkaya. Kalau boleh usul dua minggu sekali sediakan mahasiswanya mimbar bebas berekspresi, berpendapat atau sekadar melepas rindu dengan Ayahanda.

Diperiode selanjutnya, siapapun nantinya yang akan mengisi armada kampus untuk membantu dibarisan belakang kemudi tentu melalui pertimbangan politik yang panjang. Kami percaya akan diisi oleh orang-orang berkompeten dan paham apa yang harus dilakukan. Yah mudah-mudahan.

Terkuntuk bapak dan ibu yang akan mengisi posisi struktural diperiode ke-2 entah akan ada reshuffle atau masih dengan wajah yang sama diperiode sebelumnya kerjakanlah posisinya sebaik mungkin, tak perlu merasa tidak dihargai jika nantinya tidak ditampilkan. Ibarat pohon, jika posisinya batang, maka jadilah batang yang kokoh untuk menopang pohon.Jika posisinya cabang, jadilah cabang yang mampu menggandeng setiap ranting dan daun. Jika posisinya sebagai daun, jadilah daun yang rimbun supaya pohon bermanfaat untuk menaungi orang agar teduh. Jika posisinya sebagai buah, jadilah buah yang manis supaya nama baik pohonnya tetap terjaga dan terus mengudara. Jika posisinya bunga, jadilah bunga yang mekar agar pohonnya dikenal banyak orang. Bahkan sekalipun jika posisinya sebagai akar yang tidak terlihat, maka jadilah akar yang kuat mengcengkram demi tegaknya seluruh struktur pohon tersebut.

Untuk Ayahanda, buat akun Instagram atau Twitter dong Prof, biar mahasiswanya bisa tag atau mention diakunya. Terakhir, saya satu dari sekian banyak mahasiswa yang juga bertanya kenapa setiap ada kegiatan kampus photo bapak selalu ada ? (*)

*Penulis adalah Enaldi, mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis Universitas Negeri Makassar angkatan 2016.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0