Rektor Universitas Negeri Makassar, Husain Syam. Dok-LPM Profesi UNM.

PROFESI-UNM.COM – Beberapa waktu lalu, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) Husain Syam, mengeluarkan surat keputusan bantuan subsidi kuota guna mendukung perkuliahan full daring. Dalam surat keputusan tersebut terdapat tiga poin bantuan subsidi kuota internet ke mahasiswa, Rabu (6/5).

Namun sampai saat ini menurut sebagian mahasiswa hanya dua poin yang terpenuhi sedangkan poin ketiga yaitu pemberian subsidi kuota internet sebesar Rp 50.000 belum ada sampai sekarang.

Walaupun demikian, Rektor UNM dalam kesempatannya dibeberapa media umum mengatakan sudah memberikan subsidi kuota internet ke mahasiswa. Pernyataan ini pun menuai kritik dari mahasiswa. Mahasiswa menilai Husain sudah berbohong mengenai pemberian subsidi kuota internet tersebut.

Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Fakulktas Ilmu Sosial (FIS) Indy mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima bantuan kuota sedikitpun hingga hari ini. Hal itu juga dirasakan dengan teman-teman di jurusannya.

“Nda pernah ka kak dapat bantuan kuota. Biar berapa KB ndada juga kak. Semua teman-temanku juga begitu ji,” katanya saat dihubungi via whatsapp.

Senada dengan Indy, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIS Awaluddin pun menilai pernyataan rektor tidak sesuai dengan realita. Dirinya dan masyarakat FIS belum ada yang menerima subsibi kuota maupun voucher.

BEM FIS terus menelusuri persoalan ini dengan menggunakan angket daring ke mahasiswa.Hasilnya tidak ada satupun yang pernah mendapatkan bantuan tersebut.

“Teman-teman di lembaga kemahasiswaan telusuri ji juga melalui angket yang dibuat, betul banyak yang tidak terima. Sampe sekarang teman-teman dan saya sendiri pun tidak dapat.Masyarakat FIS kami cari sampe hari ini juga belum ada dapat,” ungkapanya

Lebih lanjut mahasiswa angkatan 2016 ini mengatakan akan terus mengawal seluruh kebijakan yang tidak pro terhadap mahasiswa dan menuntut hak-hak yang tidak diberikan.Upaya BEM FIS dalam pengawalan subsidi kuota telah dilakukan dengan membuat propaganda berupa video.

Propaganda tersebut mengampanyekan bahwasanya pernyataan bantuan yang disebutkan pimpinan belum sampai di mahasiswa.Awal sapaan akrabnya berharap apa yang telah disebutkan pimpinan universitas agar segera terealisasi.

Tidak hanya itu,Ia juga meminta memasukkan pemotongan uang kuliah tunggal (UKT) untuk semester depan bagi seluruh mahasiswa, karena proses perkuliahan daring tidak menggunakan fasilitas kampus.

“Semoga yang telah disebutkan pimpinan universitas yang katanya mahasiswa telah mendapat bantuan subsidi kuota agar kiranya dapat terealisasi secepatnya. Saya juga berharap agar semester depan ada pemotongan UKT karena kita lihat sistem perkuliahan full daring sudah tidak lagi menggunakan fasilitas kampus,” tambahnya.(*)

*Reporter: Nur Fazila