Wakil Rektor II UNM, Karta Jayadi. Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Akibat mewabahnya Corona Virus Disease-19 (Covid-19), seluruh kampus yang ada di Indonesia termasuk Universitas Negeri Makassar (UNM) menghimbau seluruh kegiatan perkuliahan dilakukan secara full daring (elearning), Minggu (5/4).

Proses perkuliahan full daring tentunya memerlukan kuota untuk mengikuti pembelajaran. Bagi mahasiswa yang tidak memiliki kuota sudah tentu tidak dapat mengakses perkuliahan.

Untuk mendukung proses pembelajaran dan kerja-kerja mahasiswa dan Dosen, UNM telah memberikan subsidi kuota 30 GB data paket. Akan tetapi penggunaan ini terbatas. Tidak semua mahasiswa dapat menggunakan subsidi kuota yang di berikan.

Kuota ini hanya dapat diakses selama ada jaringan WIFI ID dengan memasukkan akun yang sudah terdaftar. Tak hanya itu, ketentuan ini hanya bisa diakses dosen yang menggunakan aplikasi yang telah terintegrasi dengan sistem akademik UNM seperti elearning dan LMS.

Mirisnya, beberapa dosen hanya menggunakan aplikasi yang tidak terintegrasi dengan sistem akademik full daring misalnya aplikasi Zoom, Google Classroom, dan lain sebagainya. Hal itu menguras dompet mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan daring.

Menanggapi beberapa keluhan mahasiswa UNM mengenai kuliah online. Reporter LPM Profesi UNM menghubungi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum (WR II) UNM, Karta Jayadi.

WR II UNM, Karta Jayadi mengatakan bahwa pemberian subsidi sembako dan kuota bagi mahasiswa yang tidak pulang ke kampung akan dilihat ditinjau terlebih dahulu.

“Untuk memberikan subsidi pembelian kuota permahasiswa dan pembagian sembako yang tidak pulang kampung, sementara diliat perkembangannya. Kebijakan Rektorat di kampus lain tidak boleh tiba-tiba ditiru daerah lain dengan kondisi yang berbeda,” katanya.

Lanjut, mantan Dekan Fakultas Seni dan Desai (FSD) ini menuturkan, untuk kampus Unismuh telah memberikan subsidi kuota kepada mahasiswanya. Hal tersebut dikarenakan Unismuh dan Telkomsel tidak bekerja sama.

“Sama halnya dengan kampus lain yang memberikan subsidi pembelian kuota sebesar Rp. 250.000 per mahasiswa. Itu karena di kampus lain tidak kerjasama dengan Telkomsel dalam memfasilitasi pembelajaran daring,” tuturnya.

Tambahnya, UNM telah melakukan kerja sama dengan pihak Telkomsel seperti subsidi kuota 30 GB, “Beda dengan UNM yang bekerjasama dengan Telkomsel. Sebagaimana PPG, UNM pakai tidak pakai tetap bayar. Seperti subsidi kuota 30 GB itu bekerja sama dengan Telkomsel,” pungkasnya.

Karta Jayadi selaku WR II UNM mengatakan untuk menggunakan subsidi kuota 30 GB yang diberikan dalam mengakses kuliah daring secara gratis diharapkan mahasiswa memberitahukan dosen untuk menggunakan sistem yang telah disiapkan.

“Tanya dosennya kenapa tidak menggunakan fasilitas yang disiapkan oleh UNM,”.(*)

*Reporter: Nur Fazila

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0