Mahasiswi saat melakukan pembelajaran kuliah daring. Foto-Ist

PROFESI-UNM.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan dan merilis hasil riset mahasiswa UNM yang baru terkait pembelajaran online atau daring (dalam jaringan), Minggu (5/4).

Sebelumnya, pada 16 Maret 2020, UNM mengeluarkan surat edaran Rektor Nomor: 773/UN36/TU/2020. Tentang peningkatan kewaspadaan terhadap pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sejak saat itu, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilakukan secara full daring, guna menghindari penyebaran virus corona. Namun, banyak mahasiswa UNM mengeluhkan aktivitas full daring tersebut.

Melihat kondisi tersebut, tim riset BEM UNM bergerak melakukan survei terhadap mahasiswa. Terdapat 660 responden yang diperoleh dari 9 fakultas di UNM.

Adapun hasil survei terhadap 660 responden mengenai pembelajaran daring, yaitu:

  1. Terkendala Jaringan: 262 responden
  2. Pembelajaran Tidak Efektif: 124 responden
  3. Keluhan Biaya Internet: 151 responden
  4. Beban Tugas Kuliah yang Berat: 66 responden
  5. Mata Kuliah yang Bertabrakan : 22 responden
  6. Fasilitas yang Tidak Memadai: 35 responden

Berdasarkan hasil survei dari BEM UNM, bahwa mahasiswa menggunakan media pembelajaran daring seperti: pengguna Google Classroom sebanyak 144 responden, Zoom Apps sebanyak 272 responden, Whatsapp sebanyak 198 responden, dan media lainnya sebanyak 46 responden.

Aplikasi seperti Google Classroom, Zoom menggunakan audio dan video yang membutuhkan akurasi jaringan tinggi (Modem, Wifi). Sedangkan sebagian besar mahasiswa UNM hanya mengandalkan kuota internet dalam mengakses aplikasi daring tersebut.

Tercatat ada sebanyak 591 responden yang menggunakan kuota internet dan sebanyak 57 responden yang menggunakan wifi/modem.

*Reporter: Muhammad Rezky/Editor: Ratu F. A

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0