Kondisi sampah yang bertumpukan di FIS UNM. Foto-Ist.

PROFESI-UNM.COM – Orang Tidak Dikenal (OTK) mengkritik birokrasi persoalan sampah yang menggunung di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan memasang propaganda yang bertuliskan ‘Menerima Limbah Organik dan Anorganik. UNM beralih fungsi menjadi TPA sampah. Bukan Warisan Anak Cucu Kita’ di belakang gedung Flamboyan BE, Jumat (13/3).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIS, Awaluddin belum mengetahui siapa yang membuat dan memasang propaganda ini. Menurutnya hal ini wajar saja dilakukan karena keresahan teman-teman diluapkan dengan cara memasang petaka.

“Ini wajar saja siapapun yang ingin memberikan kritikan seperti ini, meluapkan keresahan-keresahan mengenai sampah yang telah menggunung” pungkasnya.

Tambahnya, ia juga melihat penanganan sampah di UNM khususnya di FIS kurang. Hal tersebut dikarenakan satu kendala yakni tidak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di FIS UNM.

“Penanganan sampah di FIS UNM ini belum, hal ini yang mengganggu kenyamanan dan bisa memicu penyakit kepada mahasiswa yang berada di lingkungan itu,” ungkapnya.

Sebelum adanya tulisan tersebut, penangangan sampah sudah masuk rekomendasi waktu Musyawarah Besar(Mubes) untuk ditindaklanjuti.

Jika belum ada penanganan dari birokrasi fakultas, BEM akan berkordinasi dengan bironya yaitu Mahasiswa Pencinta Alam (MPA) Trisula soal penanganan sampah.

Biro MPA Trisula telah melakukan komunikasi dengan pimpinan terkait masalah ini. Namun masih menunggu solusi dari pihak birokrasi soal penanganan sampah, karena sampai hari ini belum ada gerakan yang dilakukan dari fakultas.

Jika tidak ada tanggapan yang diberikan dari pimpinan fakultas, BEM dan Bironya akan membicarakan langkah selanjutnya untuk mengambil alih. Setidaknya untuk tidak melihat sampah yang semakin lama semakin menggunung.

Presiden BEM FIS juga berharap agar persoalan sampah secepatnya bisa diselesaikan, menghadirkan TPA dan bekerja sama dengan dinas terkait.

“Saya harap agar TPA di FIS UNM itu bisa dikerjakan. Karena kalau seperti ini terus menerus melihat kondisi cuaca juga sekarang dan kebersihan yang ada jangan sampai mahasiwa dengan mudah sakit,” harapnya. (*)

*Reporter: Nur Fazila

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0